Gianyar Ajak Semua Daerah di Bali Bangkitkan Kerajinan

oleh
oleh
Suasana rapat kerja ke-V Staf Ahli se-Provinsi Bali saat Gianyar mengajak semua kabupaten/kota di Bali membangkitkan kerajinan tradisional. (FOTO: BBO/ Ist)

Beritabalionline.net – Kabupaten Gianyar, Bali telah mendapatkan sejumlah predikat dunia. Mulai dari kota warisan budaya hingga kota kerajinan dunia. Di mana kerajinan merupakan salah satu warisan leluhur yang selama ini, menjadi daya tarik dunia terhadap Bali. Karena itu, Gianyar pun mengajak semua kabupaten/kota di Bali, agar membangkitkan seni kerajinan yang dimiliki. Hal itu pun disampaikan Pemkab Gianyar dalam rapat kerja ke-V Staf Ahli se-Provinsi Bali belum lama ini.

Hal itu bertujuan agar Provinsi Bali dinobatkan sebagai kota kerajinan dunia. 
Staf Ahli Setda Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba, Sabtu (3/6/2023) menjelaskan, Gianyar bersama kabupaten lainnya di Bali, telah mendapat predikat yang sama di mata dunia.

Mulai dari Kota Warisan Budaya Dunia bersama Kabupaten Tabanan, sebagai Jaringan Kota Pusaka Dunia bersama Kota Denpasar, sebagai Jaringan Kota Pusaka Indonesia bersama Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, Bangli dan Karangasem. Terakhir, Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia.  Namun predikat terakhir ini, baru hanya disandang Gianyar. Padahal kabupaten/kota lainnya di Bali, memiki warisan kerajinan khas, yang memiliki daya saing tinggi. 

“Dengan kondisi ini, kami mendorong agar seluruh kabupaten di Bali menyandang gelar sebagai kota kerajinan sesuai dengan potensi daerah masing-masing,” ujar Suamba.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap kabupaten/kota di Bali memiliki potensi kerajinan yang sudah berkembang dari beberapa generasi, sehingga potensi ini bisa dikembangkan sebagai unggulan produk kerajinan. Kerajinan yang dimaksud Suamba adalah kerajinan tenun, patung, ukiran, lukisan dan anyaman.

Pengembangan potensi ini selaras dengan imbauan Presiden RI, Joko Widodo di mana di setiap kabupaten diharapkan mengembangkan salah satu potensi unggulan sekaligus sebagai brand di setiap kabupaten. 
Atas usulan tersebut, kata dia, setiap kabupaten kini telah mulai menginventarisasi kerajinan yang telah berkembang beberapa generasi dan dikembangkan menjadi potensi menuju kota kerajinan. Potensi kerajinan ini, memiliki nilai sejarah, ekonomi, budaya, lingkungan dan konsistensi.

Kata dia, jika Provinsi Bali ke depannya menyandang sebagai Provinsi Kerajinan Dunia, menurut Suamba akan meningkatkan nilai tawar Bali di bidang pariwisata. Sekaligus meningkatkan potensi ekonomi dan berkembangnya lapangan kerja. Disebutkan Suamba, usulan menjadikan Provinsi Bali menjadi Provinsi Kerajinan Dunia mendapat apresiasi dari Staf Ahli Kabupaten/Kota se Bali. (trb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.