267 Pemandu Gunung di Bali Akan Dijadikan Tenaga Kontrak Penjaga Hutan dan Gunung

oleh
oleh
Gubernus Bali I Wayan Koster. (FOTO: Ist)

Beritabalionline.net – Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali, dimana salah satunya berisikan Gunung di Bali tak lagi menjadi obyek wisata.

Gubernur Bali, Wayan Koster pun buka suara usai ikuti Rapat Paripurna ke-16 di DPRD Provinsi Bali pada, Senin 5 Juni 2023.

Dikatakan Koster para pemandu ini akan dijadikan tenaga kontrak penjaga Hutan dan Gunung oleh Pemerintah Provinsi Bali.

“Mengenai pemandu untuk pendaki gunung ini kita akan angkat tenaga kontrak penjaga gunung dan hutan. Ada solusinya, mereka diangkat menjadi tenaga kontrak malah lebih tinggi pendapatannya kalau jadi pemandu tidak menentu,” jelasnya.

Untuk jumlah pemandu gunung di Bali yakni sebanyak 267 orang dengan rincian pemandu di Gunung Batur sebanyak 200 orang dan di Gunung Agung 67 orang.

Selanjutnya untuk resmi ditutup, larangan gunung sebagai obyek wisata ini akan dibuatkan Perda terlebih dahulu. Selain itu Koster juga telah bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk membahas hal ini.

“Akan dibuatkan Perda untuk saat ini saya sudah bersurat ke Menteri LHK untuk melarang gunung sebagai obyek wistaa, saya sudah WhatsApp beliau dan beliau prinsipnya setuju, Menteri lain sudah saya komunikasikan dan setuju,” imbuhnya.

Sebelumnya arahan ini ia dapatkan dari para sulinggih yang mengatakan gunung itu adalah kawasan suci. Jadi karena itu jangan dijadikan sebagai obyek wisata apalagi untuk mendaki.

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan visi nya yakni Nangun Sad Kerthi Loka Bali dan memandang hal yang sama dengan para sulinggih.

“Jadi para tetua kita di Bali orang-orang suci yang dulu di Bali menata Bali salah satunya itu dengan melakukan upaya niskala di hulu. Itulah sebabnya Bali memiliki aura yang kuat. Taksu yang kuat, jadi ‘tenget’ (seram) memiliki daya tarik salah satu sumber daripada aura dari alam Bali adalah Gunung,” paparnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik sosial maupun ekonomi, Koster selaku Gubernur Bali memilih mengikuti arahan bersama dengan sulinggih.

Banyak pihak dikatakan Koster mendukung keputusannya yakni seperti MDA, Parisadha, dan para tokoh-tokoh.

“Saya sudah merapatkan ini, dan berapa ada pemandu yang mendaki di Gunung Agung dan Batur. Paling banyak Batur. Kemudian berapa wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang mendaki ke Gunung Agung dan Gunung Batur,” tutupnya. (sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.