Beritabalionline.net – Sebagai daerah pariwisata internasional, Bali telah menjadi lokasi favorit Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggelar beragam kegiatan untuk menyuarakan pesan-pesan anti narkotika.
“Bali sangat dikenal di dunia dan banyak wisatawan asing yang datang. Sehingga dengan mengampanyekan pesan anti narkotika dari Bali, ini merupakan langkah strategis,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. R Nurhadi Yuwono, usai pembukaan lomba paduan suara, Selasa (25/7/2023) malam di Badung.
Ia menerangkan, lomba paduan suara bertajuk “The 12th Bali International Choir Festival (BICF) 2023” ini merupakan bagian dari strategi soft power approach.
Ketika disinggung apakah Pulau Bali cukup tinggi dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika sehingga BNN RI kerap membuat acara pencegahan narkoba, Brigjen Pol. Nurhadi menjawab diplopatis.
Menurutnya, beragam kegiatan yang digelar di Pulau Dewata sebagai bentuk strategi menyuarakan perang terhadap peredaran narkotika yang dilakukan BNN RI.
Seperti diketahui, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Bandung Choral Society (BCS), kembali berkolaborasi dengan menyelenggarakan “The 12th Bali International Choir Festival”.
Dengan mengusung tema “sing against drugs”, lomba paduan suara itu digelar sebagai rangkaian acara setelah Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2023.
Serta dalam rangka mengkampanyekan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui kompetisi paduan suara.
Sesuai jadwal lanjutnya, lomba akan berlangsung, 25-29 Juli 2023 dengan mengambil beberapa lokasi di Pulau Dewata.
Di antaranya Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kerta Goasana (Kantor Bupati Badung), dan Gereja GKPB Galang Ning Hyang Abianbase.
Kompetisi paduan suara ini menghadirkan 17 orang juri yang merupakan profesional pada bidang musik, khususnya paduan suara dari delapan negara seperti, Italia, USA, Filipina, Perancis, Canada/Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia.
Tujuh belas juri tersebut akan menyeleksi ribuan peserta yang berasal dari dua puluh empat provinsi di Indonesia dan sepuluh negara lainnya seperti Filipina, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, Italia, China, Taiwan, Spanyol, dan Jerman. (agw)






