Utang di Pinjol dan Koperasi Jadi Pemicu Pasangan Lesbi Berantem

oleh
oleh
Ilustrasi. (FOTO: BBO/Ist)

Beritabalionline.net – Polisi menyebut motif perempuan berinisial UT (25) yang hendak meloncat dari atap tempat kosnya di Jalan Tukad Badung XVI Blok C nomor 6, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan dikarenakan utang.

“Jadi UT ini depresi karena mempunyai utang di beberapa tempat seperti di koperasi dan pinjaman online,” beber Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Senin (7/8/2023) di Denpasar.

Dikatakan, utang tersebut juga menjadi pemicu keributan antara UT dan pacarnya berinisial NPEA alias Ela, yang juga merupakan seorang wanita.

Ela merasa dirinya telah melunasi seluruh utang yang dimiliki UT. Namun ternyata UT masih ada sisa pinjaman yang belum dibayar sehingga banyak yang menagih, baik langsung maupun lewat WhatsApp. 

Hal itu diduga membuat Ela kesal, apalagi dirinya selama ini yang membiayai kebutuhan sehari-hari UT dan anaknya.

Sementara saksi mata bernama Putu Agus Artajaya (26) menuturkan, UT dan Ela yang tinggal satu kamar ini sempat ribut sekitar pukul 05.00 Wita.

Setelah itu UT mendatangi kamar kos saksi untuk menumpang tidur dengan membawa anaknya. Beberapa jam kemudian, UT pergi berdua bersama Ela, sementara anaknya dititipkan di tempat saksi.

Sekitar pukul 13.40 Wita, UT kembali datang ke kos saksi untuk mengambil anaknya dengan cara paksa. Setelah itu UT masuk ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari kamar saksi.

“Sampai di kamar kos, ia korban bersama anaknya mengunci pintu dari dalam. Tak lama pacar korban menelpon dan mengatakan bahwa korban menyemprotkan Baygon di dalam kamar,” terang Kasi Humas.

Mendengar itu, saksi bersama penghuni kos mendatangi kamar UT. Karena, terkunci, mereka mendobrak pintu. Penghuni kos kemudian mengambil anaknya untuk diselamatkan. 

Di sana saksi dan penghuni kos mendengar suara tangis. Warga yang panik lalu mencari dengan naik ke atas. Benar saja, UT berteriak dan bersiap meloncat dari atap tempat kos.

Sembari berupaya menenangkan, saksi menghubungi polisi. Tak berselang lama, datang Kapolsek Denpasar Selatan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari untuk menenangkan dan membujuk agar UT mengurungkan niatnya.

“Sekitar pukul 15.00 Wita, UT akhirnya dapat dievakuasi dari atap tempat kosnya oleh Tim Sar Polda Bali,” ujar AKP Sukadi. (agw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.