BADUNG, BERITABALIONLINE.net – Penyalahgunaan narkotika yang sudah merupakan ekstraordinary crime atau kejahatan luar biasa, saat ini sangat memprihatinkan karena telah menyasar ke berbagai wilayah.
“Tidak hanya menyasar perkotaan namun juga telah menyasar wilayah pedesaan, daerah pesisir pantai dan perbatasan negara yang rentan sebagai jalur masuknya peredaran gelap narkoba,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat di Wantilan Desa Adat Kelan, Badung, Selasa (15/7/2025).
Dirinya menyebut, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), BRIN dan Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2023 mencapai 1,73 persen dari total jumlah penduduk Indonesia 280 juta orang.
“Dari 1,73 persen atau sekitar 3,3 juta orang, mayoritas pengguna narkoba berada pada usia produktif, yaitu antara usia 15-49 tahun,” tutur Rudy dalam acara penguatan program Desa Bersinar menuju Bali Bersih Narkoba tahun 2025.
Menurutnya, hal ini dapat mengancam eksistensi dan kedaulatan bangsa Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang.
Sehingga kata Rudy, dibutuhkan peran seluruh komponen bangsa khususnya masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya P4GN (pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika).
Dirinya lalu menjelaskan bahwa program Desa Bersinar merupakan salah satu program prioritas nasional BNN yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021 sampai dengan saat ini di tahun 2025.
Di Provinsi Bali telah terbentuk 66 Desa/Kelurahan Bersinar dengan rincian, 10 desa/kelurahan di Kota Denpasar, 10 desa/kelurahan di Kabupaten Badung.
Kemudian 10 desa di Kabupaten Gianyar, 10 desa di Kabupaten Buleleng, 10 desa di Kabupaten Klungkung, 10 desa di Kabupaten Karangasem, 2 desa di Kabupaten Bangli, dan 4 desa di Kabupaten Tabanan.
“Alhamdulilah, pelaksanaan program Desa Bersinar selama ini mendapat dukungan yang sangat baik dari para stakeholder khususnya Bupati dan Walikota,” bebernya dalam acara yang dihadiri Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom. (agw)






