DPRD Klungkung Soroti Retribusi Wisatawan di Nusa Penida Minta Difokuskan Perbaikan Infrastruktur

oleh
oleh
Ilustrasi wisatawan saat berkibur di salah satu pantai di Nusa Penida. (FOTO: Ist)

Beritabalionline.net  – Kondisi infrastruktur kembali menjadi sorotan di Klungkung. Terlebih kerusakan jalan di beberapa lokasi, kerap menjadi pemicu kekroditan lalu lintas. Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru minta restribusi wisatawan seharusnya bisa difokuskan untuk pembenahan infratruktur objek wisata.

“Jika retribusi tersebut masih kurang, kita usulkan ke pusat. Melalui Gerindra satu komando dengan pusat kita usulkan proyek pengembangan jalan di Nusa Penida,” kata  politisi Partai Geridra tersebut, Sabtu (25/5/2024).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Ni Made Sulistiawati menerangkan, untuk penggunaan pungutan retribusi kawasan wisata Nusa Penida senilai Rp25 ribu per orang, tidak bisa langsung dialihkan ke perbaikan jalan – jalan rusak di nusa penida.  Hasil pungutan retribusi tersebut harus dikelola sesuai mekanisme APBD.

“Hasil Pungutan Retribusi tersebut telah dikelola dalam APBD dan digunakan untuk melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan dan pelabuhan secara bertahap, penataan destinasi, pembangunan fasilitas dan jaminan kesehatan, pelayanan pendidikan, pengelolaan sampah dan layanan umum lainnya termasuk bagi hasil kepada pemerintah desa,” ujar Sulistiawati. 

Sebelumnya Penjabat Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika mengungkapkan, pemungutan retribusi kawasan pariwisata Nusa Penida selama ini memberi kesan yang kurang mengenakan bagi wisatawan.

Sebab wisatawan kerap dihadapkan pada antrean panjang degan kondisi berdesakan di bawah sengatan terik matahari saat ingin membayar retribusi sebesar Rp 25 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 15 ribu per orang untuk anak-anak.

“Saya melihat tempat pemungutan retribusi yang di kedatangan (Nusa Penida) itu tempatnya kumuh dan wisatawan yang ada merasa antre di suasana panas,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Klungkung tengah membahas pembayaran retribusi masuk kawasan Nusa Penida di loket-loket pembelian tiket menuju Nusa Penida, baik yang ada di Kabupaten Klungkung, maupun luar Klungkung seperti Sanur dan lainnya. Dengan begitu, wisatawan hanya mengantre di satu titik, yakni loket pembelian tiket boat.

“Ini juga sebagai upaya kami mengantisipasi adanya wisatawan yang lolos dari pembayaran retribusi. Mengingat pintu masuk atau dermaga yang ada di Nusa Penida cukup banyak,” katanya. (trb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.