Beritabalionline.net – Kasus jambret dengan sasaran wisatawan mancanegara yang tengah menikmati liburan di wilayah Kuta diprediksi mengalami peningkatan dalam beberapa pekan kedepan.
“Ini kan menjelang hari raya baik Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri, tentunya tren kejahatan akan semakin meningkat,” terang Kapolsek Kuta AKP Agung Riwayanto Diputra, Selasa (18/3/2025) di Badung.
Selama ini kata Kapolsek, pelaku jambret lebih sering menyasar wisatawan asing. Namun berdasarkan laporan, turis asal India dan China yang banyak menjadi korban.
Hal ini dikarenakan saat jalan-jalan di seputaran Kuta, turis asal India suka pamer dengan memakai perhiasan seperti kalu emas, sedangkan turis China suka main handphone untuk selfie.
“Jadi kami dari kepolisian mengimbau kepada para wisatawan agar tidak menggunakan perhiasan atau barang mewah yang memancing pelaku melakukan aksinya,” tutur Kapolsek.
Dirinya memberi contoh yakni wisatawan asal India bernama Udasi Mukesh Gurmukhdas (50) menjadi korban jambret di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung.
Awal kejadian di mana korban bersama pamannya hendak kembali ke hotel usai makan malam, Kamis (20/2/2025) sekitar pukul 22.30 Wita.
Dari arah belakang datang dua orang dengan mengendarai sepeda motor dan langsung mengambil paksa kalung emas seberat 30 gram yang dia pakai. Akibatnya korban mengalami kerugian Rp30 juta.
Menerima laporan, Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta melakukan penyelidikan dengan mencari informasi terkait keberadaan pelaku.
Upaya petugas membuahkan hasil, pelaku jambret bernama Ketut Duriada ditangkap saat melintas di Jalan Sunset Road Kuta, Badung, Jumat (14/3/2025) sekitar pukul 23.30 Wita.
Saat diperiksa, pelaku mengaku perhiasan hasil jambret dijual dan uang digunakan untuk membeli kendaraan serta keperluan sehari-hari pelaku.
“Pelaku menjual kalung hasil curian dan uangnya dipakai membeli sepeda motor Yamaha Nmax. Pengakuannya baru pertama kali dia melakukan aksinya,” jelas Kapolsek. (agw)






