Beritabalionline.net – PT Angkasa Pura Indonesia melakukan antisipasi peningkatan trafik penumpang dan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai guna mengadapi libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.
“Strategi penanganan lonjakan penumpang dan pesawat ini salah satunya dengan melakukan pemantauan melalui posko monitoring angkutan Lebaran,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab, Rabu (19/3/2025) di Badung.
Posko Lebaran untuk monitoring angkutan tersebut digelar selama 22 hari, mulai dari 21 Maret 2025 sampai dengan 11 April 2025. Di mana posko akan beroperasi selama 24 jam setiap harinya.
Menurut Shahab, untuk memastikan pelaksanaan Posko Lebaran, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai telah menggelar pertemuan Airport Security Commitee (ASC) yang dihadiri seluruh stakeholder bandara.
ASC meeting ini merupakan langkah penguatan sinergi dalam peningkatan penjaminan keamanan selama periode angkutan lebaran, yang nantinya akan menurunkan 912 personel keamanan.
Personel tersebut terdiri dari petugas sekuriti bandara, bantuan kendali operasi (BKO) dari TNU AU, Polres Bandara dan Pecalang Desa Adat Tuban.
“Yang berbeda dengan pelaksanaan Posko Lebaran sebelumnya, tahun ini berbarengan juga dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada saat Hari Raya Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mengehentikan sementara seluruh operasional penerbangan.
Penghentian operasional penerbangan dimulai dari tanggal 29 Maret 2025 pukul 06.00 Wita, sampai dengan 30 Maret 2025 pukul 06.00 Wita.
“Kendati demikian kami akan tetap menempatkan petugas siaga untuk mengantisipasi apabila ada permintaan pelayanan yang bersifat emergensi,” tutur Shahab. (agw)






