BADUNG, BERITABALIONLINE.net – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung bersiap menggelar kegiatan Literasi Digital sektor pembayaran bertema “Tips Aman Bertransaksi Online” yang menyasar sekitar 200 peserta dari kalangan pelaku UMKM, Gen Z, dan milenial.
Kegiatan edukatif ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026) mulai pukul 08.00 Wita di Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia Perwakilan Bali, dan Bank BPD Bali.
Ketua SMSI Badung, Nyoman Sarmawa, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keamanan transaksi digital, khususnya bagi pedagang pasar yang masih menghadapi kendala teknis saat menggunakan layanan pembayaran non-tunai.
“Selama ini masih banyak pedagang pasar yang belum memahami transaksi digital secara optimal. Ketika terjadi transaksi gagal tetapi saldo terpotong, mereka sering kebingungan harus berbuat apa. Kegiatan literasi ini hadir sebagai solusi edukatif,” paparnya saat rapat persiapan panitia di Sekretariat Bersama SMSI Provinsi Bali, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total 200 peserta yang ditargetkan hadir, terdiri atas 100 pelaku UMKM, 50 Gen Z, dan 50 milenial, serta dihadiri unsur struktural Pemerintah Kabupaten Badung dan pengurus SMSI kabupaten se-Bali.
Materi diskusi akan difokuskan pada persoalan praktis yang sering dihadapi masyarakat dalam transaksi digital, antara lain, tips mengatasi transaksi gagal namun saldo terpotong, solusi menghadapi gangguan jaringan saat transaksi, serta langkah antisipasi terhadap barcode QRIS tertukar atau palsu.
Untuk memperkuat kualitas literasi, panitia menghadirkan tiga narasumber dari sektor perbankan dan otoritas keuangan, yakni Nyoman Indra Pranata (Bank BPD Bali), Anak Agung Ngurah Surya (OJK Provinsi Bali), dan Zetra Les Saputra (Bank Indonesia Perwakilan Bali). Kegiatan ini akan dipandu moderator Ngurah Dibia, yang juga menjabat Sekretaris SMSI Provinsi Bali.
Sementara itu, Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja, mengapresiasi langkah SMSI Badung yang dinilai aktif mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui kegiatan edukatif yang berkelanjutan.
“Saya berharap SMSI di setiap kabupaten/kota di Bali bisa terus hidup dan aktif. Kegiatan seperti ini menjadi kebanggaan sekaligus pembeda SMSI dibanding organisasi pers lainnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris SMSI Provinsi Bali, Ngurah Dibia, menilai tema literasi digital transaksi online sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memahami penggunaan QRIS dan berpotensi menjadi korban barcode palsu. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan lebih paham dan lebih berhati-hati dalam bertransaksi digital,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, SMSI Badung berharap literasi transaksi digital semakin meningkat sehingga masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran modern secara aman, nyaman, dan terpercaya. (*/tik)






