YOGYAKARTA, BBO.net – I Gde Suyadnya menakhodai Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Provinsi Bali untuk masa bakti 2026-2029. Mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) Denpost (Bali Post Group) ini dikukuhkan oleh Ketua Umum (Ketum) FPRMI Bernadus Wilson Lumi pada acara Penganugerahan ‘Pimred Award Pena Emas 2026’ serangkaian peringatan HUT ke-3 FPRMI di Hotel Alana, Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026) malam.
Pengurus FPRMI Bali yang juga dikukuhkan malam itu adalah Wakil Ketua I (Bidang Organisasi) I Dewa Made Suta Sastra Dinata; Wakil Ketua IV (Bidang Kesejahteraan) Ida Bagus Made Pasma; Wakil Ketua Pemberdayaan Anggota Rudianto, dan Bendahara Jeffry Karangan.
Usai dikukuhkan, Suyadnyana mengemukakan bahwa pemimpin redaksi (pemred) memegang posisi strategis dan sangat penting di media massa. Seorang pemred bertindak sebagai nakhoda utama di ruang redaksi sehingga bertanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan, kualitas konten, dan aktivitas operasional penerbitan media massa.
“Pemred berperan sebagai penanggung jawab tertinggi di bidang keredaksian, baik secara teknis jurnalistik maupun di hadapan hukum. Pemred juga sangat menentukan arah pemberitaan, sudut pandang (angle), dan fokus konten agar sesuai dengan visi, misi, dan nilai perusahaan,” kata dia.
Ditambahkan pula, pemred juga punya otoritas penuh menyetujui atau menolak berita yang dibuat oleh wartawan untuk dipublikasikan di media masing-masing. ‘’Dengan demikian, seorang pemred harus mempunyai pengalaman jurnalistik yang panjang dan matang dalam mengelola media massa yang dipimpinnya,’’ tandas Suyadnyana, yang juga anggota Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali.
Berikut adalah pejabat yang menerima penganugerahan Pimred Award 2026. Di antaranya Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI-AD (Purn), Dudung Abdurachman, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, M.M., Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono ke-10 , Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa, dan Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf.
Momen itu sebagai bentuk apresiasi kepada para pemimpin nasional dan daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam membangun komunikasi publik, menjunjung tinggi keterbukaan informasi, serta memperkuat kemitraan yang sehat dengan insan pers.
Penghargaan tahun ini ditetapkan melalui proses seleksi yang melibatkan dewan juri independen yang dipimpin Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers. Tim juri juga diperkuat tokoh pers dan akademisi, yakni Hendry Ch. Bangun, Helmy Halim, Dr. Asep Setiawan, Iqbal Irsyad, Syamsudin Hadi Sutarto, Dr. Budi Nugraha, dan Nurjaman Muchtar.
Dari 124 nominasi yang masuk, dewan juri menetapkan 67 tokoh sebagai penerima penghargaan berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, keterbukaan informasi publik, hubungan yang konstruktif dengan media, serta kontribusi dalam membangun komunikasi publik yang berkualitas.
Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, Bernadus Wilson Lumi, mengatakan, Pimred Award bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, tetapi menjadi wujud apresiasi kepada para pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pers nasional dan membangun komunikasi yang terbuka dengan media.
“Pimred Award kami hadirkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin yang mampu membangun komunikasi publik secara terbuka, menghargai kebebasan pers, dan menjadikan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Kami berharap penghargaan ini semakin memperkuat sinergi antara insan pers dengan pemerintah, legislatif, dunia usaha, serta seluruh elemen bangsa demi terwujudnya ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab,” demikian Bernadus Wilson Lumi. (*/bbo)






