Motor Buruh Proyek Dirampas, Pelaku Ngaku Anggota Polisi Narkoba

oleh
oleh
Polisi memintai keterangan Supriadi. (FOTO: BBO/Ist)

DENPASAR, BBO.net – Polisi melakukan penyelidikan usai viralnya dugaan perampasan sepeda motor yang dialami pria bernama Supriadi (39) oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota polisi bagian narkoba.

“Tim Opsnal telah melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi dan mengungkap identitas pihak yang diduga terlibat,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol I Komang Agus Dharmayana W, Senin (27/7/2026) di Denpasar.

Supriadi menerangkan, sebelumnya ia
mendapat permintaan dari bos proyek tempatnya bekerja untuk mengambil sesuatu yang disebut sebagai “tempelan” narkoba dengan imbalan uang sebesar Rp100 ribu.

Pria asal Lombok, NTB ini mau dan kemudian berangkat menuju Jalan Sunset Road, tepatnya di belakang Trans Studio Mall, Denpasar sesuai alamat mengambil tempelan, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 24.00 Wita.

Setibanya di lokasi, Supriadi mengaku dihampiri tiga orang laki-laki yang mengaku sebagai anggota polisi narkoba. Mereka kemudian melakukan pemeriksaan dan menginterogasinya.

Meski tidak ditemukan barang yang berkaitan dengan narkotika, Supriadi dibawa dan dibonceng oleh salah satu dari ketiga orang tersebut menuju seputaran Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan.

Di sana, Supriadi kembali diinterogasi kurang lebih satu jam. Setelah itu salah seorang dari mereka membawa sepeda motor milik Supriadi dengan alasan akan digunakan untuk mengejar seseorang.

Sebelum pergi, Supriadi sempat diminta memberikan nomor teleponnya dan disebut akan dihubungi kembali oleh ketiga orang tersebut.

“Namun hingga beberapa hari tidak ada kabar, istri korban selanjutnya menyampaikan keluhan melalui kolom komentar akun TikTok resmi Polresta Denpasar hingga informasi tersebut menjadi perhatian publik,” beber Kompol Komang Agus.

Humas Polresta Denpasar merespons cepat keluhan tersebut dengan menghubungi pemilik akun. Dari sana kemudian tersambung dengan Supriadi yang selanjutnya diminta datang ke Polresta Denpasar.

Dari pemeriksaan, dugaan perampasan sepeda motor dinilai memiliki sejumlah perbedaan dengan standar operasional prosedur (SOP) penindakan yang selama ini dilakukan personel Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Selain itu, tiga orang yang disebut oleh Supriadi tidak mengarah kepada anggota Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar, setelah dirinya diperlihatkan sejumlah personel petugas di sana.

“Polresta Denpasar memastikan bahwa informasi viral tersebut tidak diabaikan dan telah ditindaklanjuti melalui serangkaian penyelidikan. Hingga saat ini penyidik masih terus mengembangkan dan penyelidikan kejadian tersebut,” tutur Komang Agus. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.