Beritabalionline.net – Ketua panitia, I Gusti Ngurah Dibia, kegiatan sosial yang digelar SMSI Provinsi Bali ini terselenggaranya atas kerja sama dengan Rumah Sakit Bhakti Rahayu Denpasar. Menurut Ngurah yang juga Pemimpin Redaksi barometerbali.com, pihak panitia tidak menargetkan jumlah anggota masyarakat yang bakal dilayani dalam kegiatan cek kesehatan gratis tersebut.
Namun, demikian pria asal Klungkung ini menambahkan, kegiatan sosial ini menyasar keluarga wartawan baik yang tergabung dalam SMSI maupun organisasi lain.
“Rencana ini sudah kami rancang sebulan lalu usai SMSI Bali menggelar Musyawarah Provinsi. Saat itu disepakati, kegiatan sosial berupa cek kesehatan gratis hanya dilakukan pada hari minggu saja. Pelayanan pertama kita gelar pada Minggu, 17 September 2023, dimulai pukul 07.00 Wita,” jelasnya.
Pelayanan berikutnya akan ditentukan kemudian, disesuaikan dengan ketersediaan tempat pelaksanaan. “Rencana kegiatan kedua nanti akan kita gelar di Taman Kota Lumintang, Denpasar. Tapi, kita belum tentukan tanggal pelaksanaannya. Yang jelas pasti digelar hari Minggu juga,” ujar Ngurah.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bhakti Rahayu, Putu Ivan Yunatana, mengatakan, kegiatan pelayanan cek kesehatan gratis seperti yang dilakukan bersama SMSI Bali ini, sudah sering dilakukan sebelumnya oleh RS Bhakti Rahayu Denpasar.
“Kami punya beberapa unit rumah sakit. Selama ini, pelayanan cek kesehatan gratis dilakukan oleh masing-masing rumah sakit. Nah, khusus dengan SMSI Bali yang lokasi di Denpasar, ya kerjasamanya dengan Rumah Sakit kami yang ada di Denpasar,” ucapnya.
Dikatakan, jumlah tim medis yang diterjunkan dalam setiap kali rumah sakit Bhakti Rahayu melakukan aksi sosal seperti cek kesehatan gratis, selalu disesuaikan dengan animo masyarakat yang berkunjung ke pos pelayanan kesehatan grastis yang diberikan.
Adapun pelayanan cek kesehatan gratis yang bekerja sama dengan SMSI Bali, meliputi cek tensi, cek darah untuk mengetahui kadar gula dan asam urat.
“Jika ditemukan ada pengunjung yang dicurigai menderita suatu penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami akan merekomendasikannya untuk berobat lebih lanjut,” demikian Putu Ivan. (*/sas)






