Motif Dua Pelajar Buang Bayi karena Takut Diketahui Orangtuanya

oleh
oleh
Bayi perempuan yang ditemukan di areal pura sempat dirawat di puskesmas. (FOTO: BBO/Ist)

Beritabalionline.net – Pelaku pembuang bayi perempuan, MAP (19) sempat berpura-pura tak mengenali bayinya. MAP bahkan sempat pulang ke rumah untuk memberitahu ibunya bahwa ada bayi menangis di areal pura.

“Pelaku mengaku saat melintas di seputaran TKP, samar-samar mendengar suara bayi menangis. Pelaku lalu pulang dan menceritakan hal itu kepada ibunya,” kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari, Selasa (27/6/2023) di Denpasar.

MAP bersama ibunya kembali menuju areal pura. Lantaran tengah berhalangan dan tidak boleh masuk pura, ia lalu memanggil warga bernama Kadek Andi Suartawan.

Andi pun masuk ke dalam pura untuk mengecek dan menemukan bayi malang tersebut dalam keadaan menangis. Setelah itu ia pulang dan memberitahu orang tuanya.

Warga yang juga mendengar penemuan bayi ikut berdatangan. Tak berselang lama, bayi tersebut dibawa oleh mahasiswi kebidanan ke Puskesmas 1 di Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar Selatan.

Upaya MAP menutupi perbuatannya terkuak. Ia pun ditangkap bersama pacarnya berinisial INAWA (16), Jumat (23/6/2023) atau kurang dari sepekan pascapenemuan bayi.

Kapolsek mengatakan, sebelumnya pelaku MAP melahirkan bayinya di Puskesmas BKIA Denpasar, Jalan Pulau Buru, Denpasar, Senin (19/6/2023) sekitar pukul 11.00 Wita.

Selama proses persalinan, ia ditemani pelaku INAWA. Karena takut ketahuan orang tuanya, kedua pelaku yang masih berstatus pelajar ini membuang sang buah hati, Selasa (20/6/2023).

“Mereka mengakui secara bersama sama membuang anaknya, yang mana bayi tersebut adalah hasil dari hubungan kedua pelaku di luar pernikahan,” tutur Kapolsek. (agw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.