Beritabalionline.net – Pemuda bernama Muhamad Wahyudi (24) yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus Pantai Kedonganan, Kuta, Badung ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
“Jenazah korban terdampar di bibir Pantai Jimbaran depan Cafe 9 dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang,” beber Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Kamis (29/6/2023) di Denpasar.
Pada saat ditemukan sekitar pukul 14.15 Wita, jenazah pemuda beralamat sementara di Jalan Taman Pancing nomor 20B, Denpasar Selatan ini tanpa menggunakan busana.
Petugas Balawista, I Wayan Sudiasa (40) dan Nyoman Weda (49) mengatakan, saat sedang berjaga di Pos Balawista Kedonganan, keduanya didatangi masyarakat yang memberitahu ada mayat terdampar pinggir pantai.
Selajutnya kedua petugas Balawista mendatangi lokasi penemuan mayat sembari menghubungi Basarmas Bali dan kepolisian. Setelah itu jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
Diberitakan sebelumnya, warga yang tengah asik memancing di sekitar Demaga Ikan Pantai Kedonganan, Kuta, Badung digegerkan dengan ulah Wahyudi yang nekat menceburkan diri ke laut.
Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sebelum kejadian korban dan seorang temannya, Delfi Arif Prasiswo (24) terlihat duduk-duduk di pinggir pantai, Rabu (28/6/2023) dini hari.
Tiba-tiba Wahyudi berlari ke tengah laut. Hanya dalam hitungan menit, tubuh terseret arus dan hilang. Melihat itu, Delfi berupaya menolong dengan menceburkan diri ke laut.
Naas, ia juga ikut terseret arus. Beruntung warga di sekitar lokasi segera menyelamatkan Delfi dan membawanya ke RS Kasih Ibu Kedonganan untuk dilakukan pertolongan.
Suwena mengatakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) sekitar pukul 06.25 Wita dari Pos Polair Kedonganan mengerahkan 9 personel ke lokasi.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan 2 unit rubber boat Basarnas Bali serta Balawista. Tidak hanya itu, tim SAR membawa alat Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air. (agw)








