Beritabalionline.net- Guyuran hujan tiada henti yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Gianyar, menjadi petaka bagi peternak ayam di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar.
Peternak ayam Dewa Parwita, pria berusia 45 tahun itu kehilangan 100 lebih ayamnya, karena kandangnya tertimpa pohon kelapa.
Selain itu, iapun harus memutar otak, mencari cara untuk menyelamatkan ribuan ayam yang masih hidup.
Sebab ayam yang selamat dari tertimpa pohon tumbang itu, kini basah kuyup karena kehujanan pasca kandangnya rusak tertimpa pohon. Malangnya lagi, dalam waktu dekat ini seharusnya ayam-ayam tersebut memasuki usia siap jual sebagai ayam potong.
“Kalau dibiarkan di sini, takutnya kandang roboh menimpa ayam, kalau petugas dibiarkan mengevakuasi tumbangan pohon ayamnya bisa stres. Kalau ayamnya saya pindahkan, tidaklah mungkin lebih beresiko,”katanya kebingungan.
Dimana akibat hujan lebat, pohon kelapa yang ada di dekat kandangnya roboh. Namun karena ayam lainnya ada yang stres akibat kehujanan, sehingga pada Minggu ini bertambah menjadi seratusan ekor.
“Sekarang ada sekitar seratusan ekor yang mati jadinya. Saya khawatir ayam lainnya ikut stress. Apalagi hujannya tidak reda dalam dua hari ini. Jika ayamnya basah dan kedinginan bisa bertambah yang mati,” ujarny menjelaskan.
Kata dia, sebelum bencana melanda, ia memelihara sekitar 5.000 ekor ayam, yang hampir semuanya sudah siap panen.
“Jenis ayamnya beda, ada ayam boiler pejantan. Ayam ini kami rencana jual ke rumah-rumah makan tertentu. Kalau dari jumlah ternak ini. Sedikitnya bernilai seratus juta lebih,” ungkapnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pihaknya telah turun ke TKP. Namun masih mempertimbangkan jenis penanganan yang dilakukan. Sebab ayam dalam kondisi demikian, rawan stress jika ada suara bising.
“Kami masih berkoordinasi dengan pemilik kandang. Karena proses pembersihan pohon tumbang itu bakal menimbilkan suara bising.
Kami tak ingin kematian ternaknya bertambah akibat proses penanganan yang kami jalani. Kami sudah minta pemilik kandang untuk memikirkan pengosongan kandang dulu atau solusi lainnya,” pungkasnya. (yaw)








