Beritabalionline.net – Narapidana atau napi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia didominasi pelaku narkoba. Bahkan angkanya mencapai lebih dari 50 persen jika dibanding kasus-kasus lain.
“Dari total 34 Lapas di Indonesia, 20 Lapas termasuk Bali, ada lebih dari 50 persen kasus narkotika yang mendominasi hingga bulan Juli 2023 ini,” beber Kepala BNN RI Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, Minggu (30/7/2023) di Ubud.
Golose lalu mengungkapkan, kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjerat orang dewasa, tapi juga sudah melibatkan para remaja dan anak-anak.
Pada tahun 2019 lanjutnya, terdapat 1,1 persen dari jumlah pelajar dan mahasiswa di Indonesia terlibat dalam jerat narkoba. Namun jumlah tersebut naik menjadi 1,38 persen setelah pandemi Covid-19.
Dirinya menambahkan, melihat peredaran narkotika yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, BNN RI melakukan upaya pencegahan dengan mengajak masyarakat dalam berbagai kegiatan.
Salah satunya yakni olahraga bersama melalui ‘Running Against Drugs’. Lomba lari yang diikuti sekitar 1.500 orang peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga peserta dari mancanegara seperti Kenya, Rusia, Prancis, Amerika Serikat serta Peru.
Peserta menempuh rute sepanjang 8 km dari garis strart hingga garis finish di kawasan Monkey Forest, Ubud, Gianyar. Seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan lari hingga garis finish mendapatkan medali Running Against Drugs.
Tidak hanya itu, panitia BNN Run juga telah menyiapkan hadiah dengan total Rp176 juta bagi tiga orang pelari wanita dan tiga orang pelari pria tercepat yang tiba di garis finish.
Mantan Kapolda Bali ini mengatakan, Running Against Drugs yang diinisiasi Deputi Pencegahan BNN RI ini merupakan bagian dari strategi “soft power approach”.
Yakni dalam upaya meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media dalam mengkampanyekan hidup sehat tanpa narkoba kepada masyarakat, khususnya di pedesaan.
Komjen Pol. Golose menekankan, kegiatan BNN Running Against Drug ini, juga sebagai pesan untuk mengingatkan kepada para wisatawan agar jangan datang ke Bali untuk mencoba menggunakan narkotika.
“Pesan-pesan soft power approach ini perlu terus disampaikan dan tidak boleh bosan. Kita dari BNN dan stakeholder yang ada, akan terus menyuarakan,” tegasnya. (agw)






