Beritabalionline.net – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023 mendatang, Kabupaten Gianyar biasanya selalu rutin mengadakan Lomba Gerak jalan siswa, Namun berbeda kali ini Lomba gerak jalan siswa di Kabupaten Gianyar, ditiadakan.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra pun mengaku tidak mengetahui alasan lomba gerak jalan siswa tak diadakan tahun ini.
Sebab, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gianyar tak melaporkan kepadanya.
“Tak tahu, tidak ada yang melaporkan ke saya. Coba tanyakan ke Dispora ya,” kata Mahayastra saat usai sidang di DPRD Gianyar, Senin (14/8/2023).
Ditanya apakah dirinya kecewa pada Dispora Gianyar karena tak mengadakan lomba yang selama ini rutin digelar dalam menyambut hari kemerdekaan, Mahayastra tak menjawab secara tegas. Namun politikus PDIP asal Payangan tersebut sangat berharap lomba gerak jalan siswa diadakan. Sebab, dengan lomba ini, siswa akan mendapatkan pengalaman dan pelajaran tentang kedisiplinan.
“Ya, pengennya sih ada. Karenakan tiap tahun biasanya ada. Tidak tahu saya kenapa tahun ini tak ada,” ujar Mahayastra.
Sementara itu, Sekdis Dispora Gianyar, Jro Mangku I Gede Suratman membenarkan bahwa tahun ini tidak ada lomba gerak jalan siswa. Hal itu atas pertimbangan kondisi siswa.
Sebab menjelang hari perlombaan atau momen-momen persiapan mengikuti lomba. Para siswa disibukkan oleh berbagai aktivitas, mulai dari Bupati Run hingga Hari Raya Galungan dan Kuningan. Karena itu, para siswa tak memiliki cukup waktu untuk latihan. Dikarenakan tak ingin siswa terbebani dan kecapekan. Maka, pihaknya pun terpaksa meniadakan lomba gerak jalan siswa.
“Terkait dengan kegiatan gerak jalan untuk menyambut 17 Agustus 2023 ditiadakan karena, pertama, kegiatan untuk gerak jalan ini memerlukan waktu persiapan yang cukup panjang. Minimal 2 atau 3 minggu sebelum hari H,Alasan lain, menjelang hari persiapan gerak jalan, ada kegiatan yang telah melibatkan anak-anak sekolah.
Seperti, ada Bupati Run, lalu ada kegiatan lainnya, yaitu Hari Raya Galungan dan Kuningan. Anak kita itu sangat padat jadwalnya, dan guru sulit memanage, sehingga anggaran yang sudah kita sediakan itu digeser ke kegiatan lain,” ujar Mangku Suratman. Terkait Dispora dikatakan tak melaporkan peniadaan ini ke Bupati, ia mengatakan sudah.
“Sudah, ke Pak Sekda juga sudah ada laporannya. Cuma memang kemarin Pak Bupati meminta agar diusahakan ada. Tapi karena anak-anak yang tak bisa, sehingga kita tak bisa merealisasikannya,” pungkasnya. (yaw)







