Beritabalionline.net – Sopir ekspedisi bernama Muammar Khadafi (29) nyaris kehilangan nyawa jika saja ia gagal menyelamatkan diri dari amukan pria bernama Gede Sutama alias Robot (41).
“Korban mengalami luka di kepala dan tangan karena berusaha menangkis saat diserang oleh pelaku dengan menggunakan tombak,” terang Kapolsek Denpasar Utara Iptu Putu Carlos Dolesgit, Selasa (15/8/2023) di Denpasar.
Kejadian bermula ketika korban dan teman-temannya yang sedang berada di gudang tempatnya bekerja mendengar suara ribut-ribut, Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 04.00 Wita.
Penasaran, korban keluar dari gudang dan menemukan seorang wanita berinisial NS (35) dalam keadaan mabuk berupaya menghentikan truk yang sedang melintas di seputaran Jalan Karya Makmur, Ubung Kaja.
Di sana korban yang diketahui berasal dari Jember, Jawa Timur ini kemudian bertanya dan dijawab oleh NS, bahwa ia sedang ada masalah.
Entah apa yang ada dibenaknya, korban lalu mengajak NS jalan-jalan serta mengajaknya minum bir di sebuah warung di Jalan Cokroaminoto, Desa Ubung Kaja, tidak jauh dari RS Surya Husadha.
Setelah itu keduanya menuju Pantai Kuta dan kembali membeli satu botol bir ukuran besar untuk diminum bersama. Karena penasaran, korban berusaha mencari tahu persoalan yang dialami NS.
“Saudari NS kemudian menceritakan permasalahannya, bahwa ia sedang menahan rasa dendam dengan seseorang, yang mana ia merasa orang tesebut telah menjebaknya terkait masalah narkoba,” beber Kapolsek.
Ingin dianggap pahlawan, korban manawarkan diri untuk mencari orang yang dimaksud untuk menyelesaikan permasalahan.
Korban dan NS lalu menuju rumah pelaku di Jalan Wandira Sakti, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, bekas gedung Partai Golkar lama.
Sampai di TKP, NS langsung berteriak memanggil tersangka, hingga membuat tersangka emosi dan terjadi adu mulut. NS yang sudah dalam setengah mabuk memukul wajah pelaku, namun justru ia jatuh sendiri.
Perempuan yang sebelumnya dipenjara selama 5 tahun atas kasus narkoba ini memanggil korban yang saat itu duduk di sepeda motor. Karena dipanggil, korban mendekat.
Di sisi lain, Robot berlari ke belakang warung tempatnya jualan tuak dan mengambil tombak. Senjata tersebut kemudian diayunkan ke arah korban namun korban sempat menghindar.
Karena terus diserang, korban jatuh dan mengambil batu yang kemudian dipakai untuk melempar pelaku, namun lemparan tersebut tidak kena.
Tersangka yang merupakan mantan napi kasus narkoba itu kembali mengayunkan tombaknya dan dapat ditangkis oleh korban namun tetap mengenai kepala kirinya.
Korban berupaya bertahan dengan memegang mata tombak. Pelaku yang sudah gelap mata lalu menarik sehingga mengakibatkan telapak tangan kiri korban mengalai luka terbuka.
“Karena telapak tangannya terluka, korban berlari diikuti NS dan ditolong warga yang lewat. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk berobat,” jelas Kapolsek.
Pelaku akhirnya ditangkap polisi beberapa jam setelah menerima laporan. Dari pelaku turut diamankan sebuah tombak modifikasi dengan panjang sekitar 1,5 meter. (agw)







