Beritabalionline.net – Masyarakat Denpasar dibuat resah dengan beredarnya video keributan yang melibatkan warga luar Bali di kawasan Taman Pancing, Desa Pemogan, Denpasar Selatan.
“Dapat kami pastikan bahwa video kejadian yang dimaksud tidak ada, video itu hoaks,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (22/8/2023) di Denpasar.
Polresta Denpasar menyatakan peristiwa tersebut bohong alias tidak benar, setelah melakukan penyelidikan dengan mendatangi langsung kawasan Taman Pancing seperti yang disebut di dalam video.
Hal senada juga dikatakan Kasubbdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko.
Nanang saat dikonfirmasi menerangkan, meski belum dapat mengetahui lokasi kejadian, pihaknya memastikan situasi di kawasan Taman Pancing berlangsung aman.
“Saya belum bisa menduga. Yang jelas di Taman Pancing tidak ada kejadian seperti itu. Saat ini kami masih melakukan pencarian di mana lokasi video tersebut,” ujarnya.
Dijelaskan, Siber Polda Bali juga telah mendeteksi keberadaan akun Facebook Kenyem Masem, akun yang pertama kali menyebarkan video hingga viral di media sosial.
“Penyebar video masih dilakukan penyelidikan, dan diketahui berada di luar Bali. Nanti penyebar video tersebut bisa diproses hukum,” tegasnya.
Sebelumnya dalam narasi video berdurasi 27 detik menyebutkan bahwa warga dari Sumba, NTT berkelahi dengan oknum TNI menggunakan pisau.
Penyebar video juga mengingatkan warga agar tidak bepergian melewati Taman Pancing karena akan ada sidak di kawasan tersebut. Tak urung video bernada SARA itu membuat resah masyarakat. (agw)






