Beritabalionline.net – Dalam beberapa pekan terakhir, publik Bali dipusingkan dengan beragam informasi bermuatan hoaks alias sesat.
Hampir semua informasi hoaks yang beredar berseliweran di sejumlah jejaring media sosial alias medsos.
Kepolisian Daerah atau Polda Bali pun jengah dan memberi atensi khusus terhadap maraknya kabar-kabar tak sesuai fakta yang belakangan terjadi.
Pasalnya, tak sedikit info hoaks yang beredar di medsos secara berantai juga menjadi sumber pemberitaan media-media informasi resmi.
Fakta tersebut dibeber Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan pada Rabu 23 Agustus 2023 siang.
Di sela simakrama dengan puluhan awak media Bali di Denpasar, Kombes Jansen Avitus menyoroti serius meningkatkan peredaran info hoaks di Bali.
“Dalam beberapa waktu terakhir banyak informasi heboh yang beredar di jejaring medsos,” ucap Kabid Humas Jansen Avitus.
Mantan Kapolresta Denpasar ini menyebut beberapa info itu dipastikan mengandung unsur hoaks.
“Beberapa informasi yang beredar kita cek langsung ke lokasi, ternyata sama sekali tidak terjadi alias sesat,” tegas dia.
Jika kondisi ini dibiarkan terus tanpa penanganan serius, pihaknya khawatir akan mempengaruhi kondusivitas geliat pariwisata di Bali.
“Bali ini daerah industri pariwisata. Setiap info menghebohkan sedikit akan cepat tersebar luas, dan ini bisa berdampak buruk pada kelangsungan pariwisata,” tutur Kombes Jansen.
Dia mencontohkan info hoaks yang baru saja menggemparkan publik Bali adalah tragedi berdarah di kawasan Taman Pancing Pemogan, Denpasar Selatan.
Yakni beredarnya dua video sadis terkaparnya beberapa pengendara sepeda motor di jalan yang dibarengi dengan narasi sesat pada Minggu 20 Agustus 2023.
“Pesan berantai yang beredar menyebut video tersebut peristiwa penusukan di Jalan Taman Pancing,” ulasnya.
Namun saat petugas kepolisian merespons dan mengecek langsung ke lokasi, sama sekali tidak ada kejadian tersebut.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak asal memosting info-info yang tidak diyakini kebenarannya ke medsos,” pinta Kombes Jansen.
Sementara awak media pun diimbaunya untuk lebih selektif dalam memilah informasi yang beredar di medsos sebagai sumber pemberitaan. (itn)






