Beritabalionline.net – Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Jalan Kecubung Nomor 4, Sumerta Kauh, Denpasar Timur diserang orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 04.30. Pelaku penyerangan sekitar tujuh orang itu rata-rata berambut cepak dan diduga membawa senjata api (senpi).
Informasi di lapangan menyebutkan, tujuh orang pelaku menyerang enam petugas Satpol PP. Lima orang korban kabur menyelamatkan diri dalam kondisi berdarah. Sementara satu orang personel lainnya disekap pelaku dan dihajar hingga terkapar di teras kantor tersebut.
Dikatakan sumber polisi, enam orang personel Satpol PP yang jadi korban penyerangan itu masing-masing berinisial Wayan W (53) selaku komandan regu (Danru). Korban asal Abiansemal, Badung ini mengalami luka robek pada bibir. Nyoman B (52) mengalami luka bengkak pada rahang kanan; I Ketut GA (52) alami luka robek dan bengkak pada kepala bagian belakang sebelah kiri, mata sebelah kiri luka dan bengkak pipi sebelah kiri; I Gusti Agung T (33) mengalami luka robek pada dahi; I Made S (33) mengalami luka pada dagu sebelah kanan dan Anak Agung Made W (24) menderita luka pada sekujur tubuhnya.
Pada saat penyerangan terjadi, enam korban ini sempat melakukan perlawanan, namun tak berhasil mengusir para pelaku. Akhirnya lima orang korban (selain Anak Agung Made W) memilih kabur dari lokasi TKP bersembunyi di rumah-rumah warga sekitar. Sementara Anak Agung Made W ditahan para pelaku dan menghajarnya hingga tak sadarkan diri. Para pelaku pergi dan meninggalkan korban bersimbah darah di garasi kantor personel penegak Perda tersebut.
Peristiwa itu berawal sekitar pukul 04.30, saat para korban hendak istirahat. Tiba-tiba pintu gerbang digedor-gedor orang tak dikenal. Korban Wayan W datang ke gerbang yang saat itu sudah terpasang gembok namum belum terkunci. Setelah pintu terbuka para pelaku masuk dan menyerang para korban.
“Lima orang korban berhasil kabur bersembunyi di rumah warga sekitar. Dalam pelarian itu para korban saling kontak ternyata satu orang teman mereka (Anak Agung Made W) tertahan di dalam kantor. Mereka coba hubungi lewat telepon namun tidak bisa sambung. Sekitar pukul 05.30, lima orang korban yang berhasil kabur kembali ke TKP dan menemukan Anak Agung Made W terkapar bersimbah darah di garasi,” ungkap sumber polisi.
Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, mengatakan, peristiwa penyerangan kantor Satpol PP Kota Denpasar itu benar terjadi. Sayangnya dia belum bisa memberikan keterangan detail kasus tersebut dengan alasan masih melakukan penyelidikan. “Anggota kami di lapangan sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku,” tegasnya. (int)







