DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – PLN mengintensifkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat menyusul meningkatnya gangguan jaringan listrik akibat layang-layang yang tersangkut pada jaringan distribusi maupun transmisi.
“Gangguan akibat layang-layang masih menjadi salah satu penyebab terputusnya pasokan listrik di Bali,” kata Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, Rabu (24/6/2026) di Denpasar.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PLN mencatat 33 kejadian gangguan jaringan listrik. Di mana sebanyak 30 kejadian terjadi pada periode Mei hingga Juni.
Hal tersebut seiring meningkatnya aktivitas masyarakat bermain layang-layang selama musim angin dan masa libur sekolah.
Sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, PLN bersama unsur distribusi dan transmisi di Bali menggelar talkshow bertajuk “Bijak Bermain Layang-Layang untuk Keselamatan Ketenagalistrikan” di Radio RPKD FM.
Dalam kesempatan tersebut, PLN mengingatkan masyarakat untuk menerbangkan layang-layang jauh dari jaringan listrik, tidak menggunakan benang atau material yang bersifat konduktif, serta tidak menginapkan layang-layang.
“Masyarakat juga kami minta segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik,” tuturnya. (agw)







