Atlet IMI Bali Diharapkan Sumbang Emas pada PON XXII/2028

oleh
oleh
Ketua Umum IMI Bali, I Gusti Ngurah Anom yang akrab disapa Ajik Krisna saat ditanya wartawan di sela-sela acara Raker IMI Bali yang digelar di aula NEXX Cafe Denpasar, Rabu (24/6/2026). (FOTO: BBO/sas)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Para atlet dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali diharapkan dapat menyumbang medali emas pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Harapan ini disampaikan Ketua IMI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Anom yang akrab dengan sapaan Ajik Krisna.

Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Rapat Kerja (Raker) IMI Provinsi Bali di NEXX, Cafe Jalan Diponegoro, Denpasar, Rabu (24/6/2026) petang.

Ajik Krisna menjelaskan, persiapan ke BK PON mesti dilakukan sebaik mungkin sehingga atlet IMI Bali bisa menorehkan prestasi maksimal. “Yang jelas kami ingin di PON nanti atlet IMI Bali bisa pulang membawa medali, entah itu medali perunggu, perak, dan emas. Kalau kami sih inginnya bisa mendulang medali emas,” kata pengusaha pemilik Toko Oleh-Oleh Krisna yang sebagian besar menjual suvenir khas produk perajin Pulau Dewata ini.

Untuk memenuhi harapan itu (meraih medali, red) IMI Bali akan mempersiapkan atletnya sebaik mungkin. Sehingga target membawa pulang sekeping medali emas mampu direalisasikan. “KONI Bali minta kami berkontribusi medali saat PON XXII/2028 NTB-NTT. Persoalannya, bagaimana bisa berkontribusi medali kalau tempat latihan terutama road race tidak punya. Ini yang menjadi salah satu kendala klasik,” ungkap Ajik Krisna.

Oleh sebab itu, lanjut pengusaha sukses asal Buleleng ini berharap Pemkab Buleleng segera merealisasikan pembangunan sport center yang di dalamnya terdapat venue balap motor. “IMI Bali siap berkontribusi medali pada PON mendatang, syukur-syukur bisa mempersembahkan medali emas, asalkan pemerintah daerah bisa membantu pengadaan fasilitas balap yang memadai bagi atlet-atletnkami,” ujarnya.

Sekedar diketahui, pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumut, IMI Bali gagal meraih medali. Dari nomor motocross di Sirkuit GTX Sena Kualanamu, Medan, krosser Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana gagal finis setelah terjadi kendala teknis (mesin motor mati) pada putaran awal.

Untuk PON XXII/2028 nanti, Diva diharapkan mempersembahkan medali karena yang bersangkutan kini merupakan krosser nasional yang sering mewakili Indonesia ke event internasional.

Sejumlah prestasi ditorehkan Diva, antara lain juara Nasional Motocross, juara Asia Supermoto, dan mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berkompetisi di ajang Asia Supercross.

Selain nomor motocross, IMI Bali di PON mendatang juga berharap bisa mendulang medali dari nomor road race, yang memperebutkan empat medali emas masing-masing dari nomor standar perorangan, standar beregu, modifikasi perorangan, dan modifikasi beregu.

“Untuk nomor road race ini kami kesulitan mencari tempat latihan. Pada PON sebelumnya, untuk berlatih kami terpaksa ke Sirkuit Sentul, Bogor, kalau misalnya hingga menjelang PON XXII 2028 sirkuit di Lumbanan, Sukasada, Buleleng belum juga dibangun, ya terpaksa kami berlatih di Sirkuit Mandalika,” terang Ajik Krisna.

Sementara di tempat yang sama, Kabid Binpres KONI Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka mengatakan Rakerprov sebagai momentum bagaimana pada BK PON nanti IMI Bali meloloskan nomor potensial medali bagi Bali di PON NTB-NTT.

“Apalagi sudah melalui Prorprov Bali dua kali sehingga imi bisa memberikan medali emas seperti dari motocross. Maka pada Rakerprov kami minta IMI Bali menyusun program agar bisa mencapai apa yang diharapkan KONI Bali,” kata pria yang akrab dipanggil Gung Cok ini.

Tentang kesulitan venue balap motor atau road race, Gung Cok mengatakan, tugas KONI Bali adalah mengolahragakan masyrakat, tetapi mengenai fasilitas olahraga, lanjut dia, sudah disampaikan kepada Ketum KONI Bali yang juga Wagub Bali, yang akan membangun venue-venue.

“Mengenai support IMI Bali senilai Rp1 miliar untuk pembangunan sirkuit di Buleleng ini sungguh luar bisa. Kalau semua niatnya sudah baik, astungkare Tuhan merestui,” ucapnya.

Raker IMI Bali kali ini membahas sejumlah agenda penting. Mulai dari evaluasi kinerja organisasi, persiapan menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 mendatang, di Buleleng, hingga persiapan IMI Bali menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON).

Salah satu kendala yang paling urgen dihadapi IMI Bali saat ini adalah masalah prasarana latihan bagi atlet-atlet balap motor Bali. Karena itu, IMI Bali sangat berharap sirkuit balap motor (road race) di Desa Lumbanan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng seluas 6 hektare milik Pemprov Bali segera bisa dibangun.

Di atas lahan seluas 6 hektare itu Pemprov Bali rencananya akan membangun sport center sebagai upaya pengembangan ‘sport tourism’ mengingat Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia. Ajik Krisna sendiri menyampaikan, secara pribadi bahwa dirinya siap akan mengucurkan dana Rp1 miliar untuk membantu pembangunan sirkuit balap motor di Desa Lumbanan tersebut. (sas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.