Gubernur Koster Sebut Perluasan Dermaga Ketapang Picu Kemacetan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

oleh
oleh
Suasana kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). (FOTO: Ist)

DENPASAR, BBO.net – Kemacetan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terjadi akibat pekerjaan fisik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Perluasan dermaga yang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus penyeberangan saat mudik Lebaran 2027 tersebut sempat menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.

Antrean panjang di kawasan Ketapang-Gilimanuk sebelumnya sempat menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir. Pada 4 September 2026, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang dilaporkan mencapai sekitar 12 kilometer. Kondisi tersebut kemudian berangsur terurai setelah dilakukan sejumlah langkah penanganan oleh stakeholder terkait.

disi tersebut. Menurutnya, kepadatan bukan disebabkan persoalan di Pelabuhan Gilimanuk, melainkan adanya pekerjaan di sisi Ketapang.

“Yang di Gilimanuk itu saya sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Itu memang karena ada pekerjaan bukan di Gilimanuknya, (tapi) di Ketapangnya. Di Ketapangnya ada pekerjaan, kelihatannya karena ada perluasan dermaga di sana,” kata Koster usai rapat paripurna dengan DPRD Bali, Senin (7/9/2026).

Pekerjaan tersebut dilakukan sejak sekarang sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2027. Namun, aktivitas pembangunan di kawasan pelabuhan membuat jalur penyeberangan mengalami gangguan sehingga kendaraan harus mengantre dalam jumlah besar.

“Karena kan macet sekali untuk mengantisipasi mudik Lebaran 2027. Jadi dikerjakan dari sekarang, sehingga tentu saja karena ada pekerjaan fisik, ya ada gangguan rute pasti, menimbulkan kemacetan antrean sampai sampai berapa puluh kilo itu,” ujarnya.

Koster menyebut kondisi antrean kini sudah berangsur membaik setelah sebelumnya mengular hingga puluhan kilometer. Berdasarkan pemantauan terakhir, panjang antrean kendaraan tersisa sekitar 4 hingga 5 kilometer. “Nah, kemarin sudah bisa diatasi, saya sudah pantau, itu berkurang. Antreannya masih ada kira-kira 4 sampai 5 kilo,” ungkapnya.

Meski demikian, Koster mengatakan pihaknya akan kembali berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar penanganan dapat dipercepat. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi gangguan terhadap mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

“Saya akan segera lagi komunikasi supaya kalau bisa, bisa dipercepat lagi,” tegasnya. Koster juga memahami penanganan kepadatan di kawasan Ketapang tidak mudah. Kondisi geografis kawasan pelabuhan yang relatif terbatas membuat ruang untuk melakukan manuver dalam mengurai antrean kendaraan juga tidak banyak.

“Tapi memang medan di situ kan kita semua kan tahu, Ketapang itu kan tidak terlalu luas wilayahnya, sehingga memang tidak banyak manuver yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk ini. Kira-kira gitu,” pungkas Koster. (*/bbo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.