BADUNG, BBO.net – Seorang buruh proyek bernama Adrianus W (24) meninggal dunia dalam keributan di dalam mess tenaga kerja, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung.
“Korban mengalami sejumlah luka seperti di bagian bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri,” kata Kasihumas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (12/9/2026) di Denpasar.
Saksi Yohanis Kaka (19) mengatakan, kejadian bermula saat ia hendak ke kamar mandi tanpa sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara keras, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.
Ia kemudian dihampiri oleh salah satu sekuriti dan menanyakan kenapa membuat keributan. Saksi mengaku tidak sengaja dan meminta maaf. Namun sekuriti tersebut berkata bahwa ia banyak alasan.
Di sana, saksi diminta memanggil semua teman-teman yang ada di proyek. Korban yang saat itu sedang tidur terbangun mendengar adanya keributan.
Sembari membawa pisau, korban mengatakan bahwa teman-temannya yang berasal dari satu daerah tidak pernah membuat masalah sembari menuduh yang membuat masalah yakni orang luar.
Mendengar perkataan tersebut, beberapa pekerja lain marah dan memukuli saksi termasuk korban. Sekuriti di TKP berupaya meredam keributan dengan membawa sejumlah buruh ke pos satpam.
Dalam kejadian tersebut, 7 orang mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit. Mereka yakni Adrianus W (24), Yohanes K (19), Rafael BB (22), Stefanus RM (24), dan Fransiskus RM (20).
Hampir sepekan mendapat perawatan, Adrianus W meninggal dunia di rumah sakit, Jumat (12/9/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Ayah korban langsung mengajukan permohonan persetujuan dilakukan otopsi terhadap jenazah anaknya.
“Saat ini Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan telah mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam peristiwa tersebut,” kata Kasihumas. (agw)






