Beritabalionline.com – Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan bibit jahe untuk lahan seluas 10 hektar di Kabupaten Gianyar. Sebab rata-rata kebutuhan jahe mencapai 1 ton per hari. Adapun bantuan itu diberikan kepada Kelompok Tani Gunung Mekar Desa Taro.
Plt Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Distannak Gianyar, Gusti Ayu Ririn menjelaskan bahwa bantuan tersebut sudah diterima dan sudah ditanam oleh kelompok penerima. “Jenisnya itu Jahe merah unggul, ” ujarnya Senin (8/5/2023).
Ditambahkannya jika komoditi ini memiliki potensi pasar yang tinggi dan lahan yang bisa dimanfatkan masih sangat luas. Dan secara umum di Bali sendiri luas tanam jahe di tahun 2022 lalu sekitar 280 hektar lebih.
“Sedangkan untuk pengembangan di Gianyar di tahun 2022 lalu hanya sekitar 20 hektar. Lalu di tahun 2023 ini luas tanam tidak bertambah, sekitar 20 hektar,” imbuhnya.
Pihaknya pun terus mendorong petani untuk menanam komoditi ini sebagai tumpang sari di sela-sela tanaman jeruk atau pada lahan yang masih kosong.
Sebab harganya pun cukup menjanjikan yakni pada kisaran Rp 12.000/kg sampai Rp 20.000/kg di saat langka. Sedangkan jahe lokal dengan kisaran harga Rp 8.000/kg sampai Rp 14.000/kg.
“Kalau pemeliharaan tidak begitu rumit, mungkin karena harga jahe yang masuk lebih murah, sehingga bergantung pada suplay dari luar Bali,” bebernya.
Bahkan Distannak Gianyar berencana membuat semacam Kampung Jahe. Dimana usulan ini sudah diajukan ke Dinas Pertanian Provinsi dan realisasi Tahun 2024, dan sudah mendapat lampu hijau.
Berapa desa nanti yang mendapat bantuan nanti akan diseleksi lagi pada desa-desa yang sudah siap. Dengan catatan, setiap desa yang mendapat bantuan bisa secara kontinu menanam jahe sepanjang tahun.(yaw)







