Beritabalionline.net – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membuka pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di seluruh Indonesia. Dari Bali ada sejumlah nama politisi yang bakal ikut meramaikan bursa pencalonan legislator RI di Senayan tersebut. Adu kuat berebut simpati masyarakat pun tak terelakkan. Siapa saja mereka?
Para politisi asal Pulau Dewata yang bakal bertarung memperebutkan kursi di Senayan pada Pemilu Legislatif 2024 nanti. Di Antara mereka terdapat sejumlah nama incumbent dan pendatang baru yang sebelumnya adalah mantan anggota, dan pimpinan dewan yang pernah duduk di singgasana DPRD Bali.
Seperti diketahui, jumlah kursi DPR RI yang tersedia untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Bali sebanyak 9 kursi. Pada Pemilu 2019 lalu, dari 9 kursi DPR RI yang tersedia untuk dapil Bali, 6 kursi direbut PDIP, 2 kursi diperoleh Golkar, dan 1 kursi diisi Demokrat.
Menghadapi Pemilu serentak 2024, beberapa parpol di Bali termasuk PDIP dan Golkar telah menginventarisasi nama-nama bacaleg. Begitu juga Partai Gerindra, Demokrat, dan Nasdem.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan, penyusunan bacaleg untuk Pemilu 2024 dilaksanakan dengan semangat memenangkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) yang diusung di 2024. Kemudian, semuanya dalam satu kesatuan napas kepemimpinan nasional dari Bung Karno, Megawati, Joko Widodo (Jokowi), hingga nantinya Ganjar Pranowo.
Politisi asal Yogyakarta ini memastikan, bahwa seluruh bacaleg PDIP yang didaftarkan ke KPU Pusat telah melewati proses penjaringan serta kompetensi. Selain itu, seluruh proses penetapan bacaleg PDIP telah dilakukan dengan seksama, secara demokratis, juga terbuka, serta menjaring dari tokoh-tokoh masyarakat.
Dari Bali ada 9 nama yang dijagokan PDIP untuk bertarung memperebutkan kursi DPR RI di Senayan. Mreka adalah 4 incumbent yaitu I GN Alit Kusuma Kelakan, politisi asal Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, I Nyoman Parta, politisi asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, I Wayan Sudirta, politisi asal Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem, I Ketut Kariyasa Adnyana, politisi asal Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
Sedangkan tiga caleg lainnya diisi oleh kalangan perempuan. Tiga srikandi PDIP yang diusung ke Senayan dari Dapil Bali, yakni Gusti Ayu Aries Sujati politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Istri mantan Bupati Buleleng dua periode Putu Agus Suradnyana ini kini masih duduk di Komisi IV DPRD Bali periode 2019-2024. Lalu I Gusti Ayu Diah Werdhi WS politisi asal Jembrana yang kini duduk di Komisi III DPRD Bali periode 2019-2024 dan Sagung Ratu Sri Jaya Laksmi merupakan istri Tjokorda Gede Putra Nindya (Cok Nindya), mantan Sekda Gianyar asal Puri Peliatan, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar.
Nama Adi Wiryatama muncul, sebagai bacaleg DPR RI disampaikan Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster saat menggelar jumpa pers usai menyerahkan berkas pendaftaran bacaleg DPRD Bali dari PDIP Bali ke KPU pada Kamis, 11 Mei 2023 lalu.
Selain Adi Wiryatama, lanjut Koster, PDIP Bali juga meningkatkan penugasan kepada sejumlah kadernya yang menjadi anggota DPRD Bali. “Adi Wiryatama, Gusti Putu Budiarta, Diah Werdhi, Aries Sujati, dan Sagung Ratu,” ungkap Koster kepada awak media.
Incumbent vs Newcomer
Langkah yang sama juga dilakukan DPD Partai Golkar Bali. Partai berlambang pohon beringin ini sudah menginventarisasi tiga nama yang bakal dijagokan bertarung merebut kursi DPR RI di Senayan.
Selain muncul dua nama incumbent yaitu Gede Sumarjaya Linggih dan Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, juga satu pendatang baru (newcomer) yakni I Nyoman Sugawa Korry yang saat ini menjabat Ketua DPD Golkar Bali dan sekaligus Wakil Ketua DPRD Bali.
Seperti disampaikannya kepada awak media, Sugawa Korry menegaskan dirinya akan ikut memperebutkan kursi DPR RI pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang.
Hal ini ditegaskan Sugawa Korry saat memberikan sambutan dalam Rakorda MPO dan Rakornis di Kantor DPD Golkar Bali, pada Minggu (12/2/2023) lalu. Salah satu alasannya maju ke DPR RI agar bisa membantu masyarakat di semua kabupaten/kota di Bali, dibandingkan dengan hanya duduk di DPRD Bali.
Baginya, sebagai Ketua DPD Golkar Bali maju di DPRD Bali tidak berat dilalui dan merupakan zona nyaman jika bertarung di provinsi. “Kalau saya mementingkan kepentingan sendiri cukup ngambil di DPRD Provinsi, tapi karena saya sudah mengambil jabatan Ketua DPD saya harus mampu bergerak dan membantu di seluruh kabupaten,” tandasnya.
Maju di DPR RI, kata politisi senior Golkar asal Banyuatis, Buleleng ini, bukan karena jabatan semata. Namun, lebih kepada tanggung jawab sebagai Ketua DPD dan demi mengayomi kabupaten/kota di Bali.
Dia juga menyebutkan, keikutsertaannya bertarung memperebutkan kursi DPR RI guna mewujudkan sistem kaderisasi yang berjenjang dan berlanju di tubuh Golkar. “Kami ingin meuwujudkan sistem kaderisasi yang berjenjang dan berlanjut di Partai Golkar,” tegasnya.
Menanggapi persaingan dengan rekannya sesama Pimpinan DPRD Bali, Sugawa Korry mengaku dirinya bersahabat dengan Adi Wiryatama. Bahkan, dirinya dan mantan Bupati Tabanan itu saling mendoakan, satu sama lain dalam perebutan kursi DPR RI Pemilu 2024 mendatang. Sugawa Korry mengatakan akan bertarung secara sehat dan dengan strategi-strategi yang elegan.
Sementara itu, dari segi target DPR RI, Sugawa Korry mengatakan optimis dapat merebut 3 kursi.
Untuk diketahui, pada Pemilu 2019 lalu, Golkar Bali berhasil menyabet 2 kursi DPR RI yang dijabat oleh Gede Sumatjaya Linggih dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra.
Sementara Partai Gerindra Bali juga mematok target bisa merebut dua kursi DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang.
Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah menargetkan meraih 10 kursi DPRD Bali pada Pemilu 2024 mendatang. Jumlah tersebut meningkat dari enam kursi saat ini. Selain itu, Gerindra Bali juga mematok target merebut dua kursi DPR RI yang Pemilu 2024 mendatang.
Muliawan mengaku optimistis Gerindra Bali akan tampil optimal pada pemilu 2024 nanti. Selain ingin memenangkan Ketua Umum Gerindra yaitu Prabowo Subianto sebagai Presiden RI, dia menyebutkan bahwa Gerindra Provinsi Bali ingin meraih kembali kursi DPR RI yang kosong sejak Pilpres 2019.
“Kami ditargetkan untuk Gerindra merebut lagi kursi DPR RI,” ujar. Dia mengatakan jabatannya sebagai Ketua DPD menjadi taruhan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
“Kalau kami tidak bisa mencapai, kan kami gagal namanya. Otomatis kalau kami gagal, jabatan kami yang dipertaruhkan,” sambung politikus yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini.
Dia mengatakan, jika tidak dua kursi, minimal Gerindra Bali harus mampu merebut satu kursi jabatan tingkat pusat itu.
Hal ini diungkapkan Muliawan saat menyampaikan sambutan dalam acara Konsolidasi Partai Gerindra Provinsi Bali, bertempat di Harris Hotel, Denpasar, Oktober 2022 lalu.
Dalam sambutannya Made Muliawan mengakui bahwa pada Pemilu 2019 partai Gerindra Bali harus kehilangan kursi DPR-RI Dapil Bali. Oleh karena itulah usaha untuk merebut kembali kursi DPR-RI menjadi target yang harus dilakukan di 2024 mendatang.
Lebih lanjut dengan kekuatan, loyalitas, dan militansi kader Gerindra di Bali saat ini, Made Muliawan menyampaikan akan kembali merebut minimal satu kursi atau bahkan dua kursi DPR-RI Dapil Bali pada Pemilu 2024 mendatang.
Dijelaskan, pihaknya sudah menyiapkan calon yang bakal bertarung merebut kursi DPR RI dan sudah diusulkan ke DPP Partai untuk mendapatkan persetujuan Ketua Umum Prabowo Subianto.
De Gajah mengatakan, dari 9 kursi yang diperebutkan ke DPRRI, partai Gerindra Bali telah mempersiapkan 10 bacaleg, dari jumlah tersebut 7 bacaleg laki-laki dan 3 bacaleg perempuan.
“Kita sudah mengantongi 10 nama yang kita usulkan ke DPRRI dan kita menargetkan dua kursi berhasil direbut oleh kadernya dari Partai Gerindra Bali,” ujarnya kala itu.
Menurutnya, dari 10 nama tersebut satu di antaranya dari Kabupaten Gianyar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Provinsi Bali, I Dewa Gede Agung Widiarsana.
Partai Demokrat Bali juga tidak mau ketinggalan. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyomo (SBY) ini telah mengantongi sejumlah nama bacaleg DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang.Hal ini diungkapkan Ketua DPD Demokrat Bali, I Made Mudarta yang dikonfirmasi wartawan, beberapa waktu lalu di Kantor DPD Demokrat Bali.
Mudarta mengungkapkan, Demokrat Bali telah mengantongi 100 persen nama-nama bacaleg yang nantinya akan berlaga pada Pemilu 2024 guna memperebutkan kursi DPR RI. Sejumlah nama tersebut terdiri dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari tokoh masyarakat Bali, tokoh Umat Muslim di Bali, dan sebagainya.
Dikatakan, semakin banyak bacaleg yang bertanding, membuat masyarakat Bali memiliki banyak pilihan.
Selain itu, dengan bertandingnya sejumlah tokoh di Bali menunjukkan semakin terbukanya pemikiran tokoh di Bali soal perjuangan kepentingan masyarakat Bali melalui jalur politik.
“Semakin banyak calonnya, ini bagus bagi rakyat. Rakyat itu banyak punya pilihan. Jadi masyarakat bebas bisa memilih,” kata Mudarta, seraya menambahkan, dengan banyak tampilnya tokoh-tokoh, ini pertanda bagus. Jadi tokoh-tokoh Bali sudah banyak melek politik.
Lalu bagaimana dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bali? Partai besutan Surya Paloh ini juga tidak mau ketinggalan dalam menyiapkan jago-jagonya untuk diusung jadi bacaleg DPR RI 2024.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Bali, Julie Laskodat, pihaknya menargetkan satu kursi di DPR RI pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Julie mengatakan telah mendapat mandat langsung dari Surya Paloh untuk pecah telur di Pemilu 2024.
“Kami diminta memang, tidak boleh ada dapil yang kosong. Bali ada satu dapil, sehingga kami wajib pecah telur memenuhi target kami,” ucapnya ketika ditanya wartawan belum lama ini.
Untuk mewujudkan target tersebut, Julie menyebut sudah menyiapkan beberapa strategi. Pertama, penunjukan bakal calon legeslatif (bacaleg) terbaik yang memiliki potensi mengamankan satu kursi di Senayan. Bacaleg DPR RI yang diusung Nasdem Bali adalah Tutik Kusuma Wardhani.
Politisi perempuan asal Buleleng tersebut akan kembali bertarung merebut kursi DPR RI pada pemilu 2024 mendatang. Sebelumnya Tutik Kusuma Wardhani adalah kader Partai Demokrat dan sempat duduk di Senayan mewakili Bali.
Untuk diketahui, Tutik pernah duduk di kursi DPR RI dengan status Pergantian Antar Waktu (PAW), mengganti caleg DPR RI 2014 terpilih Jero Wacik. Tutik menyundul Jero Wacik yang saat itu tersangkut kasus hukum dan menjabat anggota DPR RI dari periode 2017-2019.
Dengan bergabungnya Tutik akan menjadi amunisi baru untuk mendongkrak perolehan suara di Bali. Apalagi Tutik dikenal sebagai politisi perempuan tangguh dan punya pemilih loyal di Bali, demikian Julie Laskodat. (sdn)








