Beritabalionline.net – Pemakaian narkoba flakka sedang booming di Amerika Serikat hingga menjadi wabah di wilayah Pennysylvania. Untuk mencegah penyebaran jenis narkotika jenis ini maka Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan beberapa deteksi dini.
“Flakka belum termonitor beredar di Indonesia. Yang jelas kita meningkatkan deteksi dini terhadap peredaran narkotika tersebut dengan cara bekerja sama dengan para penegak hukum di Indonesia dan negara lain untuk meningkatkan informasi dini tentang penyebaran jenis narkoba tersebut,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo saat dihubungi, Selasa (30/5/2023).
Selain kerja sama, Sulistyo juga mengatakan deteksi dini lainnya yaitu meningkatkan pengetahuan para anggota lembaga.
“Kedua, tentu saja meningkatkan pengetahuan para penegak hukum di Indonesia khususnya BNN serta lembaga lainnya seperti TNI, Polri, Kejaksaan, Imigrasi Bea Cukai agar mereka memiliki pengetahuan awal tentang flakka, ciri-cirinya, dan cara penanggulangannya,” sambungnya.
Peningkatan pengetahuan tersebut dikarenakan saat ini banyak orang yang belum tahu jenis narkotika yang menyebabkan pemakainya menjadi seperti ‘zombie’.
“Banyak yang belum tau. Saya juga belum pernah liat nih. Kalau sabu, heroin, morfin, ganja saya sudah liat. Tapi flakka ini secara kasat mata belum melihat karena barang ini belum termonitor beredar di Indonesia,” pungkasnya.
Sulistyo melanjutkan, andaikata nantinya flakka masuk ke Indonesia maka akan ditindaklanjuti secara tegas. “Jika sudah masuk ke Indonesia tentu saja akan dilakukan penindakan yang keras dan tentu saja kepada bandarnya dilakukan tindakan yang tegas pula,” tuturnya. (itn/mdc)








