Beritabalionline.net – Pria warga negara asing asal Australia, Drew Donal Ireland (28) yang diamankan polisi karena menganiaya pacarnya berinisial APS (32) disebut mengalami depresi berat.
“Pada saat baru ditahan dua hari di Polsek Kuta, pelaku sering melakukan perilaku aneh,” beber Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Senin (26/6/2023) di Denpasar.
Di dalam sel, Donal Ireland sering memegang jeruji besi serta tidak mau makan. Bahkan ia juga berlari-lari dan terkadang membenturkan tubuhnya ke tembok tahanan.
Tak mau mengambil risiko, polisi lalu membawanya ke Rumah Sakit Trijata Polri. Hanya beberapa saat di sana, pelaku kemudian dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Kapolresta menerangkan, ketika dilakukan observasi di rumah sakit, tangan dan kaki pelaku diikat karena sering berontak.
“Pihak keluarga pelaku juga datang. Setelah dilakukan observasi, hasilnya menyatakan pelaku sedang depresi,” bebernya.
Kombes Bambang mengatakan, Polsek Kuta akhirnya menghentikan penanganan kasus tersebut. Selain karena pelaku depresi, pacarnya juga telah mencabut laporan polisi.
“Jadi berdasarkan pemeriksaan, pelaku ini sejak kecil lebih tertarik menjadi pemeran film militer. Pelaku sendiri sudah dijemput dan dibawa pulang le Australia oleh keluarganya,” bebernya.
Sebelumnya pelaku ditangkap karena menganiaya pacarnya. Peristiwa bermula ketika korban yang tengah berada di Pantai Seminyak, Kuta, dijemput pelaku, Minggu (4/6/2023) sekitar pukul 17.30 Wita.
Keduanya lalu pergi ke Bali Permai di Jalan Raya Kuta, Kuta, Badung untuk mengambil senjata laras panjang. Dari sana mereka lalu kembali ke Kadin Inn Hotel, Jalan Popies I, Kuta, Badung tempat keduanya tinggal.
Di dalam kamar, korban meminta agar pelaku mengembalikan uang Rp1,5 juta yang dipinjam. Namun pelaku yang saat itu dalam pengaruh alkohol mengatakan tidak pernah meminjam uang korban.
Keduanya kemudian cekcok dan pelaku mendorong korban sehingga kepalanya membentur tembok. Pelaku yang mabuk kembali mendorong korban dan keduanya terjatuh.
Pelaku yang berada di atas memukuli wajah dan kepala korban. Akibatnya, dahi korban robek dan harus dijahit. Selain itu, kepalanya juga benjol-benjol.
Polisi yang menerima laporan dari korban kemudian menangkapnya. Dari kamar hotel tempat tinggal pelaku, ditemukan tiga pucuk senjata airsoft gun laras panjang, 2 pucuk senjata airsoft gun laras pendek dan 2 pisau pertahanan diri.
Kepada polisi, pelaku mengaku bekerja sebagai Anggota Pasukan Khusus Australia (Australia Special Force) yang melakukan pelatihan Military Base Renon untuk tim Sniper Indonesia.
Hanya saja pengakuan pelaku terbantahkan karena setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh polisi, pelaku diketahui bekerja sebagai teknisi swasta.
“Untuk sementara sesuai informasi yang kita peroleh dari Konsulat, dia ini teknisi swasta. Tapi agar lebih jelas, akan kami lakukan pemeriksaan dengan mengundang Konsulat,” ungkapnya.
Ditambahkan, saat diamankan ke Mapolsek Kuta pelaku sempat mengamuk dan merusak sejumlah barang. Tak urung ulah sang bule membuat repot petugas kepolisian.
Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui juga pernah melakukan aksi pencurian. Di antaranya mencuri baju di Beach Walk, mencuri senter listrik di sebuah toko di Legian, serta mencuri di dalam toko di Jalan Marlboro, Denpasar Barat.
“Modus pelaku yakni membeli sebuah barang dan menyelipkan barang lain. Saat ini terkait itu masih dilakukan penyelidikan,” beber Kapolresta. (agw)





