Beritabalionline.net – Kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih belum usai, antrean kendaraan masih mengular dan area pelabuhan terus dipadati kendaraan.
Seperti salah satunya bus wisata yang berisi rombongan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar.
Bupati bersama Sekda Dewa Gede Alit Mudiarta, dan jajaran Kepala OPD terjebak macet dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Ketapang.
Kemacetan dialami selama 7 jam. Nyaris saja, rombongan Mahayastra ketinggalan kapal.
diketahui, menjelang akhir masa jabatannya Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra memboyong seluruh OPD di lingkungan Pemkab Gianyar outbond dan Bimtek ke Bromo, Jawa Timur.
Bimtek bertema ‘Peran Kepemimpinan dalam Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik’, berlangsung selama empat hari, dari tanggal 4 hingga 7 Juli 2023 di Bromo, Jawa Timur.
Tiga bus berpenumpang ratusan staff yang baru saja menyelesaikan acara bimbingan teknis dan outbond di Gunung Bromo terjebak selama tujuh jam sejak pukul 05.00 pagi pada Jumat (7/7/023).
“Kami berangkat dari Bromo semalam pukul 23.00 WIB lewat jalur selatan dan mulai terjebak macet saat mendekati area pelabuhan,” kata pengelola travel Gede Sumawijaya. Gede mengatakan, selain terjebak antrean, busnya juga tak langsung dapat menyeberang ke Pulau Bali.
“Kata petugas karena cuaca buruk, gelombang tinggi, jadi sempat ditahan dulu agar tidak menyeberang,” tambahnya.
Selain itu, kemacetan juga makin diperparah dengan tidak difungsikannya salah satu dari empat dermaga yang ada.
“Di sisi gilimanuk ada pengembangan kapasitas dermaga,” terang General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Gilimanuk Syamsudin ketika dimintai keterangan mengenai penyebab tidak difungsikannya dermaga ponton Pelabuhan Ketapang.
Syamsudin menambahkan, kepadatan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang saat ini didominasi oleh kendaraan yang sedang melakukan perjalanan dalam rangka libur panjang.
“Kita sudah menambah armada bantuan untuk mengurai kepadatan,” tandasnya. (yaw)





