Beritabalionline.net – SAR 115 Bali bersama Baznas Tanggap Bencana Provinsi Bali memberi pelatihan siswa siaga bencana yang diikuti 432 siswa SMU Bali Mandara.
“Bencana bisa datang secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat, maka alangkah baiknya kita sebagai manusia yang sadar dan tanggap penuh adanya titik-titik awal timbulnya bencana,” kata Ketua Training Center 115 Bram Budianto, Jumat (6/10/2023) di Denpasar.
Ia menerangkan, pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa dan civitas akademika guna meminimalisir dan menyiasati apabila kemungkinan bencana terjadi di sekolah tersebut.
Pelatihan yang digelar, Rabu (4/10/2023) dimulai dengan teori setelah itu dilanjutkan dengan pengenalan InaRisk serta praktek penggunaan InaRisk.
“Dengan demikian diharapkan SMU Bali Mandara bisa menjadi sekolah yang tangguh sesuai dengan harapan atau output dari satuan pendidikan aman bencana,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, di sekitar SMU Bali Mandara yang berlokasi di wilayah Buleleng terdapat beberapa bencana seperti kekeringan, kebakaran, krisis air bersih, angin puting beliung, tanah longsor serta gempa bumi.
Sehingga kegiatan ini penting dilakukan karena banyak kejadian yang membuktikan bahaya bencana menimbulkan dampak luar biasa baik psikis dan fisik bagi masyarakat.
“Dalam pelatihan juga kita membahas penanganan setelah bencana, karena justru pascabencana sering menjadi PR kita bersama,” ujarnya.
Bram juga berharap SMU Bali Mandara dapat berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali selaku pemegang kewenangan untuk membentuk satuan pendidikan aman bencana.
Sementara Kepala SMU Bali Mandara Ni Made Sri Narawati menyampaikan terima kasih kepada Arjuna Rescue 115 Trainiing Center, yang telah membantu kegiatan ini.
“Besar harapan kami bisa terus bersinergi dalam kegiatan mitigasi dan sosialisasi kebencanaan,” ucapnya. (agw)








