Beritabalionline.net – Harganya yang terjangkau ditengarai menjadi salah satu alasan pemakai narkoba di wilayah Bali cenderung memilih ganja dibanding narkoba jenis lain.
“Dari bulan Januari hingga Juni 2024, BNN Bali telah mengungkap 17 kasus laporan dengan 24 tersangka,” terang Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat, Senin (24/6/2024) di Denpasar.
“Di mana dalam pengungkapan tersebut, dari para tersangka disita barang bukti berupa ganja sebanyak 16 kilogram lebih, 1 kilogram sabu, ekstasi 341 butir dan hasis seberat 2,13 gram,” lanjutnya saat rilis.
Tingginya permintaan ganja yang juga dikenal dengan sebutan gelek, cimeng dan sebutan lainnya ini direspon oleh para bandar dari luar daerah dengan berlomba-lomba menyuplai ganja ke Bali.
Di antaranya bandar narkoba yang ada di Medan, Sumatera Utara. Data dari BNNP Bali, sejak bulan Januari hingga Mei 2024, sebanyak 12 kilogram ganja dikirim dari Medan ke Bali.
Ganja tersebut dipesan 7 orang pengedar masing-masing berinisial RM, KU, KS, AB, RS, MA dan BP, yang kini mendekam di sel tahanan BNNP Bali.
Rudy mengatakan, agar aksinya tidak tercium petugas, ganja dari Medan dikirim kepada pembeli di Bali dengan disamarkan terlebih dahulu.
“Berdasarkan hasil interogasi terhadap para tersangka, mereka membeli paket ganja dan kemudian penjual akan mengirimkan ganja dari Medan dengan modus disamarkan dalam pengiriman pakaian atau sepatu bekas,” jelasnya. (agw)







