Beritabalionline.net – Komisi III DPRD Klungkung mengunjungi TK Negeri Desa Pejukutan Nusa Penida, Klungkung. Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III Nengah Ary Priadnya menemukan kondisi Sarana dan prasarana (Sarpras) dalam mendukung pendidikan di Bumi Serombotan nampaknya belum merata. Seperti di TK Negeri Pejukutan yang berada di Nusa Penida kekurangan sumber daya manusia (SDM) serta penunjang lainnya.
Selama di lokasi, Ketua Komisi III, Nengah Ary Priadnya, diterima Kepala TK Negeri Desa Pejukutan, Ni Kadek Budiastini. Saat itulah disampaikan oleh Budiastini bahwa sebelumnya beralih status menjadi TK Negeri di tahun 2018, sekolah tersebut merupakan TK milik Yayasan Desa Pejukutan dengan nama PAUD Tunas Mekar Jaya.
TK yang pada tahun 2018 diambil alih oleh Pemkab Klungkung itu belum dibatasi tembok penyengker, tidak adanya fasilitas air, serta tidak adanya toilet. Selain itu, juga belum dilengkapi dengan bangunan palinggih Padmasana. Termasuk minimnya sarana alat bermain siswa.
Sayangnya, walau telah beralih status cukup lama, sampai saat ini TK tersebut masih mengalami
sejumlah kendala.
Diantaranya, tenaga guru masih kurang, ruang guru dan kelas yang terbatas. Tak hanya itu, TK yang mestinya dilengkapi dengan permainan anak-anak, di TK Negeri Desa Pejukutan fasilitas permainan justru kurang. Ironisnya, sampai sekarang area sekolah belum dibatasi tembok, serta bangunan pelinggih Padmasana belum ada. Yang terparah, fasilitas air bersih dan toilet juga tidak ada.
“Informasi yang kami dapatkan dari pihak kepala sekolah semenjak sekolah tersebut berstatus TK
Negeri, sama sekali belum pernah menerima bantuan sarana prasarana,” kata Ary Priadnyana akhir pekan lalu.
Anggota Dewan asal Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan ini kembali mewanti-wanti Dinas Pendidikan (Disdik) dan Pemuda Olahraga Kabupaten Klungkung agar memperhatikan sumber daya yang dibutuhkan sekolah TK terutama TK yang berada di daerah pelosok pedalaman.
“Semestinya pemerintah daerah begitu menegerikan status TK tersebut dari tahun 2018, harus sudah disiapkan anggaran untuk sarprasnya (sarana prasarana), dan kelengkapan gurunya. Karena bangunan yang ada sebelumnya adalah warisan selama masih status yayasan desa,” pungkasnya.
Ia pun berencana bakal mengundang Disdik guna mempertanyakan komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan khususnya tingkat usia dini yang ada di Desa Pejukutan khususnya.
Selama pelaksanaan turut dihadiri anggota Komisi III DPRD Klungkung lainnya seperti, Wayan Buda Parwata, Nengah Mudiana, Wayan Misna, Ketut Sukma Sucita, Gede Artison Andarawata. (knk)






