Ribut dengan Warga di Benoa, Lima Buruh Proyek Asal NTT Diamankan Polisi

oleh
oleh
Polisi menenangkan warga agar tidak terpancing emosi. (FOTO: BBO/Ist)

Beritabalionline.net – Lima orang buruh proyek diamankan ke kantor polisi setelah terlibat keributan dengan masyarakat di Jalan Srikandi, Banjar Penyarikan, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung.

“Kelima buruh proyek tersebut berasal dari salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Senin (30/9/2024) di Denpasar.

Keributan bermula ketika buruh bernama Nikodemus Nigha Bombo alias Nikson dan Yosep Ndara Milla berboncengan sepeda motor dengan ugal-ugalan, Minggu (29/9/2024) sekitar pukul 21.30 Wita.

Melihat itu, warga setempat bernama Wayan Mega (50) menegur agar tidak kebut-kebut di jalan. Nikson yang dalam kondisi mabuk tidak terima dan turun dari motor sembari menantang Mega.

Di sana terjadi saling dorong hingga sepeda motor yang dikendarai Nikson jatuh. Kejadian tersebut dilihat adik Mega, Made Sugiarta (30) yang hendak pulang setelah dari Balai Banjar.

Sugiarta lalu memegang kedua tangan buruh proyek agar tidak memukul kakaknya dikarenakan Nikson menyuruh Wayan Mega mendirikan motornya yang terjatuh.

Setelah itu, Sugiarta menyuruh keduanya pergi agar tidak timbul masalah baru. Lantaran mabuk, sebelum pergi Nikson mengancam akan memanggil teman-temannya.

Benar saja, tak berselang lama datang kurang lebih 8 orang buruh proyek dengan membawa bambu dan potongan besi. Hal itu membuat Made Mega takut dan masuk ke rumah warga.

“Karena terasa terancam, Made Mega menghubungi Kepala Pecalang yang selanjutnya datang dan memukul kulkul bulus untuk mendatangkan warga adat karena ada keributan,” beber Sukadi.

Tanpa menunggu waktu lama, ratusan warga datang mengepung para pelaku. Polisi yang menerima laporan berupaya mencegah agar massa tidak main hakim sendiri.

Setelah sempat alot, lima buruh proyek yakni Nikson, Yosep Ndara Milla, Agustinus Hollo, Lotensius Bali Meme dan Imanuel Kondo dapat dievakuasi ke kantor polisi.

“Setelah mengamankan pelaku ke Mapolsek, kepolisian melakukan upaya persuasif mengimbau massa agar tenang dan kembali ke rumah masing-masing,” kata Kasihumas. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.