Beritabalionline.net – Polisi akan melakukan pemeriksaan secara intensif guna memperoleh keterangan lebih dalam dari Bastomi Prasetyawan (33) pelaku penusukan hingga mengakibatkan I Kadek Parwata (31) tewas kehabisan darah.
“Pelaku baru tiba tadi siang sekitar pukul 14.00 Wita. Jadi kami belum sempat memeriksa lebih mendalam,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, Senin (17/2/2025) petang di Mapolresta Denpasar.
Namun dari interogasi awal, Bastomi mengaku menusuk korban karena mengira korban merupakan teman dari seseorang yang dia pukul di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Banjar Tanguntiti, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara.
Usai melakukan penusukan, pelaku kembali ke kosnya di daerah Celuk, Sukawati, Gianyar. Dari sana ia menuju Pasar Wangaya Denpasar untuk menaruh sepeda motor yang dipakai saat kejadian.
“Motor yang digunakan pelaku merupakan milik bosnya. Setelah menaruh motor, pelaku menghubungi bosnya jika motor kehabisan minyak sehingga ditaruh di Pasar Wangaya,” terang Kasatreskrim.
Usai menaruh motor, Bastomi naik bus untuk melarikan diri menuju Banyuwangi. Dari sana pelaku asal Muncar ini kembali naik bus ke Jember.
Tau sedang diburu petugas kepolisian, pria berbadan tegap dan tangannya penuh dengan tato ini naik travel jurusan Surabaya. Rencananya ia akan melarikan diri ke Tarakakan, Kalimantan.
Jatanras Satreksrim Polresta Denpasar dan Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara yang mengetahui melakukan pengejaran dan menemukan pelaku di Terminal Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (16/2/2025) sore.
Namun saat akan diamankan, Bastomi mencoba melawan sehingga kedua betis kakinya diberondong peluru. Setelah tak berdaya, ia diboyong ke Polresta Denpasar. (agw)








