Beritabalionline.net – Deputi Bidang Produk Pariwisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata RI Drs. Vinsensius Jemadu, MBA., menyebut bahwa Bali sangat luar biasa dari perspektif pariwisata.
“Dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Bali sebagai satu-satunya Provinsi dari 38 Provinsi di Indonesia yang memberikan kontribusi pemasukan dari sektor pariwisata,” ujarnya, Selasa (20/5/2025) di Badung.
Jemadu saat menjadi salah satu narasumber dalam Diskusi Nasional dengan mengambil topik “Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism)” yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung menambahkan, secara Nasional, Indonesia mempunyai tiga pintu masuk yang besar buat pariwisata mancanegara.
Pertama Bali berkontribusi 45 persen, disusul Jakarta sekitar 30 persen dan Kepri Banten Bintan berkisar 5-8 persen. Sehingga Bali memiliki kontributor paling besar secara Nasional.
Jika melihat hal tersebu lanjutnya, kebijakan dan regulasi terkait pariwisata Bali harus betul-betul ditangani dengan baik dibarengi dengan pengawasan yang perlu diperketat lagi.
Mengingat akhir-akhir ini banyak permasalahan pariwisata yang terjadi. Tidak hanya masalah infrastruktur dan traffic macet lalu lintas, tapi juga bisa dilihat perilaku (behavior) turis mancanegara yang berada di Bali.
“Jadi Bali perlu diawasi ketat sehingga budaya Bali yang sakral beserta interaksi masyarakatnya sudah luar biasa dari sisi budaya itu jangan sampai rusak. Inilah yang harus kita jaga,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, berbicara Pariwisata Berkualitas tentunya market dari luar berupa turis-turis datang ke Bali juga semestinya berkualitas, yang memahami budaya lokal dan menjaga lingkungan berkonsep sustainable.
Oleh karenanya kata Jemadu, tidak boleh sembarangan turis atau wisatawan abal-abal datang ke Bali. Mereka yang datang harus berkualitas.
“Secara kasat mata, Bali dipenuhi wisatawan sesuai data statistik airlines, tapi justru okupansi hotel menurun drastis. Disinyalir, bahwa banyaknya wisatawan yang menginap di luar hotel yang terdaftar di Bali,” tuturnya. (agw)







