38 Pelaku Diamankan dalam Kasus Penipuan Berkedok Asmara, Ini Peran Mereka

oleh
oleh
Tersangka dan barang bukti kasus penipuan berkedok asmara saat di Polda Bali. (FOTO: BBO/Ist)

BALI | Beritabalionline.net – Direktorat Reserse Siber Polda Bali mengungkap kasus penipuan internasional berkedok asmara atau love scamming, dengan 38 orang pelaku terdiri dari 31 laki-laki dan 7 orang perempuan.

“Sindikat ini sudah melakukan penipuan sejak November 2023 dan korbannya diperkirakan mencapai ribuan orang,” terang Direktur Reserse Siber AKBP Ranefli Dian Candra, Kamis (12/6/2025) di Denpasar.

Dijelaskan, pengungkapan kasus merupakan hasil patroli siber serta informasi adanya aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar Barat, Senin (9/6/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.

Semula Tim Siber yang melakukan pengintaian mencurigai tempat tersebut dijadikan sebagai markas judi online. Esok harinya sekitar pukul 09.00 Wita, petugas melakukan penggerebekan.

Di sana ditemukan sembilan orang terindikasi sebagai operator jaringan love scamming masing-masing bernama Brian, Iqbal selaku leader, Defon, Yuki, Fidel, Jeje, Boge, Def, serta Dila sebagai pegawai yang baru dua minggu direkrut.

Kepada petugas, para operator ini mengaku awalnya ditawari sebagai telemarketing berdasarkan informasi dari teman ke teman. Namun saat sampai di lokasi, leader Brian dan Iqbal menjelaskan sistem kerja sesungguhnya.

“Mereka ditugaskan mencari data pribadi warga Amerika Serikat via chatting personal dan tautan palsu. Di TKP kita menyita barang bukti berupa 10 komputer dan 19 handphone,” bebernya.

Hasil pengembangan, Brian menyebut adanya kelompok lain bermarkas di Jalan Kusuma Sari, Kelurahan Tonja, Denpasar Timur. Polisi langsung bergerak usai mendapat pengakuan Brian.

Di markas tersebut diamankan seorang leader bernama Guntur Pribadi alias Adi dan Yaya Surya alias Putu, bersama tujuh orang anggotanya, yaitu Shofi Luthfiyyah Humaidah alias Kim, M. Arya Sahati Dzusuf alias Wayan, Aswar Daeng Nudin alias Roy.

Kemudian Muhammad Septian Gunawan alias Doms,Yusfian Muhamad Yulianto alias Bram, Supriadi Makmum alias Mathew, dan Feril Distiawan Rumhita alias Diego. Selain itu polisi menyita barang bukti 16 handphone dan 10 komputer.

Belum cukup di sana, polisi menuju Jalan Gustiwa, Peguyangan, Denpasar Utara dan mengamankan seorang leader bernama Abu Rizal bersama anggota Arie Efendi, Febriasyah, Alfin Triatmaja, Renaldi Syahputra, dan Fahmi dengan barang bukti 15 handphone dan 9 komputer.

Penggerebekan kembali dilakukan polisi ke sebuah rumah di Jalan Irawan, Ubung Kaja, Denpasar Utara. Di lokasi tersebut diamankan seorang leader bernama Oky Elmawanda, dan anggota Fikri Adesta, Dodi Alfazri, Irpan, Achmad Nouval, Idham Kholik, Amelinda Nur, dan Fitriyana dengan barang bukti 22 handphone dan 8 komputer.

TKP penggerebekan terakhir di Jalan Swamandala III. Di sana petugas mengamankan perempuan sebagai leader Eva Hayrany dan Aldi Syahputra, bersama anggota Yopi Rachman, Akbar Azani, Dodi Marhandika, dan Egi Sagama.

“Dalam penggerebekan di TKP Jalan Swamandala, disita 10 buah handphone dan 10 unit komputer,” pungkas mantan Kapolres Tabanan ini. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.