Beroperasi Sejak 2023, Penipuan Berkedok Asmara Dibongkar Polda Bali

oleh
oleh
Direktorat Reserse Siber Polda Bali mengungkap kasus penipuan berkedok asmara. (FOTO: BBO/Ist)

BALI | Beritabalionline.net – Polda Bali menangkap 38 orang terdiri dari 31 laki-laki dan 7 orang perempuan yang merupakan pelaku sindikat penipuan internasional berkedok asmara atau love scamming dengan target warga Amerika Serikat.

“Para pelaku tersebar membentuk dua kelompok yang ditempatkan di lima lokasi di wilayah Denpasar,” kata Direktur Reserse Siber Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra, Kamis (12/6/2025) di Denpasar.

Candra membeberkan modus sindikat love scamming ini, di mana pelaku direkrut sebagai broadcaster dan dikirimkan database termasuk nomor kontak calon korban oleh Vivi di Kamboja.

Setelah itu, pelaku memalsukan identitas menggunakan foto model berparas cantik, kemudian menghubungi calon korban dengan berpura-pura butuh teman ngobrol atau salah sambung demi mendapatkan data pribadi.

Apabila terkena bujuk rayu, pelaku mengajak para korban ngobrol lebih intens di akun Telegram pribadi. Penipuannya sesuai arah percakapan dan bisa diajak VCS (video call sex) kemudian memeras para korban.

“Pelaku juga bisa merayu korban untuk diajak join bisnis, tapi fiktif. Di sana pelaku mendapat bonus 1 USD per data pribadi calon korban,” ungkap Ranefli.

Dijelaskan, para pelaku mengaku mendapatkan gaji sebesar 200 USD per bulan. Sindikat ini sudah melakukan penipuan sejak November 2023 dan korbannya diperkirakan mencapai ribuan orang.

Namun demikian kata AKBP Ranefli, sampai sekarang belum ada laporan masuk ke Polda Bali.

“Karena ini melibatkan jaringan Kamboja dan mendapat support dari seorang warga Amerika Serikat, maka kami akan berkoordinasi dengan Hubinter, Interpol, dan Dubes Amerika,” tegasnya. (agw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.