DENPASAR | Beritabalionline.net – Ketegangan di Timur Tengah khususnya konflik antara Israel dan Iran yang kini kian memanas, menjadi sorotan dunia. Pasalnya, konflik yang belum diketahui kapan akan berakhir itu dipastikan bakal membawa dampak ekonomi global, termasuk di sektor pariwisata.
Lalu, bagaimana dengan pariwisata Bali atas terjadinya konflik kedua negara tersebut?
Seorang pelaku pariwisata Bali yang tidak mau ditulis namanya, menyebutkan bahwa pihaknya mengkhawatirkan dampak konflik Iran vs Israel bakal berdampak terhadap sektor pariwisata dalam negeri, terutama Bali.
Dikatakan, terjadinya eskalasi ketegangan di Timur Tengah turut mempengaruhi sektor pariwisata di Indonesia. Menurutnya, akan menambah halangan untuk mencapai target 16 juta wisatawan mancanegara. Sebab, akan mengganggu jalur penerbangan, terutama wisatawan asal Timur Tengah.
“Ini eskalasi yang sangat kita khawatirkan berpotensi memanaskan suasana di Timur Tengah. Apalagi jalur penerbangan ini melewati posisi geografis yang sedang berkonflik. Kita harapkan semua pihak yang berkonflik bisa melakukan deeskalasi dan harapannya terbuka dialog untuk mencapai perdamaian,” ujarnya, di Denpasar, Selasa (25/6/2025).
Dijelaskan, pariwisata suatu insepsi untuk sisi sisi terbaik kemanusiaan, bahwa perdamaian merupakan prasyarat bagi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Diharapkan ketegangan di Timur Tengah tidak meluas hingga wilayah Asia Tenggara.
“Kita sangat khawatir terhadap ketegangan tapi kita berharap di wilayah regional Asia Tenggara khususnya Indonesia kita bisa menjaga stabilitas dan perdamaian dunia bisa tercipta di waktu-waktu yang akan datang,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya ketika dikonfirmasi awak media, baru-baru ini, mengatakan, sampai saat ini ketegangan kedua negara tersebut belum membawa dampak signifikan bagi pariwisata di Bali.
“Sampai saat ini kondisi pariwisata di Bali masih baik. Begitu juga terkait dengan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali masih stabil,” ujar Sumarajaya.
Menurutnya, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hingga Mei 2025 tercatat sebanyak 2.663.734 orang. Ditambah kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 2.190.829 orang per Maret 2025.
Lebih jauh dikatakan, dalam upaya mengantisipasi dampak dari konflik Israel vs Iran terhadap pariwisata Bali, pihaknya kini terus memonitor terhadap kondisi global. Selain juga melakukan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder serta pemerintah kabupaten/kota se-Bali.
“Terkait perang israel vs Iran, kami terus melakukan pemantauan terhadap situasi global dan melakukan koordinasi dengan para pelaku bisnis pariwisata yang ada di seluruh kabupaten/kota ,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam satu kesempatan pernah mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hin Mei 2025 meningkat 11 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2024.
Ditambahkan Koster, pihaknya memprediksi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hingga bulan Desember 2025 nanti akan tembus di angka 7 juta orang.
“Jika angka ini tercapai (7 juta wisatawan, red), maka pendapatan devisa dari kunjungan wisatawan ke Bali akan jauh lebih besar,” ucap Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.
Sementara menurut Badan Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia per September 2024 sebanyak 19,53 persen dari capaian tahun 2023 dengan total 1,28 juta kunjungan.
Jika diakumulasi, jumlah wisman sejak Januari-Septrember tahun 2024 tercatat sebanyak 10,37 juta atau naik 20,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. (*/sas)






