DENPASAR, BERITABALIONLINE. net – Aksi demo massa pada Jumat, 29 Agustus 2025 di sejumlah kota di Indonesia, terutama di Ibu Kota Jakarta, kini berimbas ke Pulau Dewata, Bali. Dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bali, Sabtu, 30 Agustus 2025, Aliansi Bali menyodorkan sebanyak 33 tuntutan.
Salah satu poin utama yang disuarakan mereka dalam aksi damai itu, yakni desakan pembubaran DPR RI. Tuntutan lainnya adalah isu tentang kenaikan pajak di Kabupaten Badung, peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta persoalan penanganan sampah di Bali yang saat ini dinilai belum maksimal oleh pihak pemerintah.
“Kami akan terus menggelar aksi sampai semua tuntutan kami didengar,” teriak perwakilan Humas Aliansi Bali Tidak Diam, Ardi kepada awak media usai melakukan orasi.
Dikatakan, aksi ini murni untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Ketika ditanya apakah aksi akan berlanjut ke Gedung DPRD Bali, pihaknya memastikan fokus kegiatan hari ini hanya di seputaran Mapolda Bali.
Saat menggelar aksi, beberapa pendemo diberi kesempatan secara bergantian naik ke atas mobil pick up yang difungsikan sebagai panggung orasi.
Mereka menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang selama ini dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Mereka juga menyampaikan kekecewaannya terkait dengan pernyataan sejumlah pejabat yang menyebut gelombang aksi serupa di berbagai daerah di Indonesia ditunggangi pihak asing. “Demo ini murni aspirasi masyarakat yang selama ini merasa kecewa dengan berbagai kebijakan yang tidak pro-rakyat dari pemerintah,” kata mereka.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengapresiasi jalannya aksi massa yang berlangsung tertib dan kondusif.
Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga keamanan serta stabilitas Bali yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata internasional. Mengingat, masalah keamanan sangat rentan dan krusial dengan dunia pariwsata.
“Jika Bali dianggap tidak aman, maka tidak akan ada turis asing yang mau datang ke Bali. Sementara hidup masyarakat Bali 60 persen tergantung dari sektor pariwisata,” ujarnya. (**)







