DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Puluhan pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali tidak masuk kantor dengan beragam alasan ketika mengetahui akan dites urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali.
“Tes urine ini digelar bekerjasama dengan Kesbangpol Provinsi Bali,” terang Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat, Senin (29/9/2025) di Denpasar.
Dari total 130 orang pegawai, hanya 108 pegawai di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali yang dites urine.
Alat yang digunakan berupa 6 parameter, terdiri dari Amphetamine, Methampetamine, Opium, THC/Mariyuana, Benzodiazepine dan Cocaine.
Hasil pemeriksaan urine yang dimulai sekitar pukul 08.15 Wita, petugas BNN Bali tidak menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika dari para pegawai.
Brigjen Pol. Rudy menerangkan, tes urine digelar sebagai bentuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja khususnya Pemerintah Provinsi Bali.
Ditambahkan, tes urine akan dilakukan berkelanjutan di instansi lainnya dengan harapan dapat tercipta lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, sehingga para pegawai dapat berkinerja optimal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung Program Asta Cita ke 7 Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba,” ucapnya. (agw)






