Hadapi Peradaban Modern, Kepala Kemenag Bali Dorong Penguatan Pendidikan Agama

oleh
oleh
Kakanwil Kemenag Provinsi Bali Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M. (FOTO: Agung Widodo/Beritabalionline.net)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Bali Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali.

“Saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat semua lintas agama, siapapun yang tinggal di Bali, mari kita sama-sama menjaga Bali,” ucapnya, Senin (5/1/2025) di Denpasar.

Sunartha yang dilantik di pada 30 Desember 2025 ini mengatakan, Pulau Bali telah dikenal oleh dunia karena toleransi, budaya, dan kedamaiannya.

Menjaga Bali tidak hanya soal keamanan, tetapi juga penguatan iman, pelestarian budaya, seni, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Dirinya kemudian menuturkan, keempat aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban masyarakat Bali yang modern tanpa kehilangan jati diri.

Namun dari empat aspek, Sunartha menilai bahwa pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membangun peradaban di tengah derasnya arus globalisasi.

Hal tersebut dikarenakan tantangan saat ini bukan minimnya ajaran, melainkan jarak antara umat dan nilai-nilai agama akibat pengaruh globalisasi dan perkembangan zaman.

Sehingga ketika ada seseorang semakin memahami dan mengamalkan ajaran agamanya secara mendalam, maka sikap toleransinya justru akan semakin kuat.

“Saya ingin pendidikan agama (menjadi fondasi, red) membangun peradaban modern. Bagaimana generasi milenial dan generasi Z kita, penghayatan dan pengamalan agamanya semakin meningkat,” tuturnya.

Terkait isu rasisme yang belakangan mencuat terutama di media sosial, Sunartha mengaku masih mempelajarinya.

Ia menilai dunia digital saat ini sangat kompleks, di mana informasi kerap bercampur antara fakta, dan konten semata untuk kepentingan tertentu.

“Saya juga belum mengerti mana yang real, mana yang konten cari uang, atau yang benar-benar faktual. Karena itu saya berharap dukungan dari media agar isu-isu keagamaan yang berpotensi memicu disharmoni tidak diekspos secara berlebihan,” tegasnya. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.