DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Penanganan sampah di Bali gencar dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali, Pemkot Denpasardan Pemkab se-Bali. Terbaru, Gubernur Koster telah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq agar penutupan TPA Suwung diperpanjang hingga November 2026, sembari optimalkan sarana prasarana pengelolaan sampah di Kota Denpasar dan Badung.
Rencana penutupan TPA Suwung pada 28 Februari 2026 akan ditangguhkan. Awalnya, solusi sampah residu di bawah ke TPA Landih di Bangli sembari optimalkan sarana prasarana pengelolaan sampah di Kota Denpasar dan Badung. Namun TPA Landih tak representatif dan memenuhi syarat, maka solusi terbaiknya Gubernur Koster bertemu Menteri LH dan meminta arahan untuk penundaan penutupan TPA Suwung.
”Setelah dicek ke TPA Landih Bangli tidak memungkinkan, saya sudah lapor ke Pak Menteri LH agar diberikan waktu mengoptimalkan fasilitas yang akan dibangun Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Saya sudah ajukan ke Menteri LH, perpanjangan penutupan TPA Suwung sampai November 2026,” kata Koster kepada awak media, Rabu (14/1/2026) di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.
Koster menyampaikan Pemkot Denpasar telah menambah mesin pengolahan sampah di TPST Tahura dan TPST Kertalangu. Selain membangun sejumlah TPS3R di wilayah Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Utara. Sementara Badung juga telah membangun TPS3R di setiap desa untuk mengelola sampah dari sumber. “Volume sampah yang dibawa ke TPA Suwung akan berkurang. Selain menanti proses ini maka saya sudah memohon pada Menteri LH agar diperpanjang sampai kesiapan semua fasilitas beroperasi terutama pengolahan sampah dengan teknologi tinggi untuk menjadi energi listrik,” jelas Koster.
Koster mengakui hingga kini perlahan volume sampah mulai berkurang setiap bulannya. Seperti kondisi pada April, Juni, Agustus, Oktober 2025 lalu, kondisi sampah di Bali mulai berkurang.
Gubernur Bali Wayan Koster telah bertemu dengan Menteri LH baru baru ini. Koster menyampaikan hasil pertemuan, respon menteri welcome dengan usulan dan permohonan Pemprov Bali, Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung. “Prinsipnya beliau (Menteri LH,red) oke, cuman jangan terlalu lama, beliau juga telah menurunkan tim untuk evaluasi ke lapangan,” tegas Koster.
Di sisi lain, Koster menyampaikan PSEL Bali (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) proyek strategis mengatasi krisis sampah dengan mengubah sampah perkotaan menjadi energi listrik segera dibangun di lokasi seluas 6 hektar milik Pelindo di Benoa. (*/tik)








