DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Pria warga negara Rumania bernama Costinel Cosmin Zuleam (33) yang menjadi buronan Interpol atas kasus pembunuhan ditangkap di sebuah rumah kontrakan di daerah Denpasar.
“Yang bersangkutan ditangkap tanggal 15 Januari lalu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bali Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman saat gelar jumpa pers di Polda Bali, Selasa (20/1/2026).
Zuleam diburu Interpol sebagai pelaku perampokan dan pembunuhan. Peristiwa perampokan dan pembunuhan itu terjadi pada 6 November 2023 silam.
Dia bersama dua orang temannya menyiksa korban secara sadis hingga tewas di hadapan anaknya yang saat itu diancam pakai senjata api. Mereka kemudian membawa kabur barang-barang berharga milik korban senilai 200.000 euro.
Setelah melancarkan aksi, ia kabur ke Indonesia pada 14 November 2023. Tersangka datang dari Chengdu dan masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Pria berambut panjang tersebut menjadi target utama perburuan Interpol setelah Pengadilan Rumania mengeluarkan surat berita penangkapan pada 19 November 2023.
“Dua pelaku lainnya telah berhasil ditangkap Interpol di Irlandia dan Skotlandia. Mereka sudah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim,” terangnya.
Kombes Gede Adhi menambahkan, Zuleam mampu bertahan sembunyi di Bali selama hampir tiga tahun dan bahkan menikah secara siri dengan perempuan asli Indonesia. Selain itu, dia bersama istrinya selalu berpindah-pindah tempat tinggal.
Di lokasi yang sama Kabag Jatranin Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Kombes Pol Ricky Purnama mengatakan, pada saat rumah kontrakan mereka disergap petugas istrinya kaget. Saat itulah baru dietahui kalau suaminya itu adalah buronan Interpol.
Kombes Ricky menjelaskan, setelah berhasil masuk ke Indonesia dari Chengdu, China ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 14 November 2023 sempat tinggal di Jakarta.
Tak lama di sana dia datang ke Bali. Tersangka ini pada tahun 2018 pernah datang ke Bali.
“Selama bersembunyi di Bali disuport oleh istrinya. Mereka tinggal berpindah-pindah tempat. Tersangka juga berusaha menghindari kegiatan yang dapat membuka identitasnya. Istrinya pun tidak tahu kalau dia sedang diburu petugas,” beber Kombes Ricky. (agw)








