DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Meningkatnya mobilitas warga seiring pertumbuhan sektor ekonomi, pendidikan, dan pariwisata belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, tata kelola transportasi, serta kesadaran berlalu lintas.
“Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan masyarakat Kota Denpasar dalam aktivitas sehari-hari,” kata Ketua SMSI Kota Denpasar Igo Kleden, Rabu (25/2/2026) di Denpasar.
Menurut Igo, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan perjalanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup warga perkotaan.
Sebagai bentuk kepedulian, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Kemacetan Kota Denpasar: Tantangan Urban dan Solusi Kolaboratif”.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan yang akan digelar di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Kamis (26/2/2026).
Igo menjelaskan, diskusi publik ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, keresahan, sekaligus gagasan solusi terkait persoalan kemacetan yang semakin kompleks di Kota Denpasar.
Empat narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, dan akademisi turut dihadirkan, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan, Kasatlantas Polresta Denpasar Yusuf Dwi Admodjo.
Guru Besar Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. Ar. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI., serta Guru Besar Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.
Ditambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar yang jatuh pada 27 Februari 2026.
Melalui forum ini, SMSI Kota Denpasar ingin berkontribusi dalam mendorong diskursus publik yang sehat, solutif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Melalui diskusi publik ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif sekaligus lahir gagasan-gagasan aplikatif yang dapat menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan, sekaligus memperkuat peran media sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah,” tegasnya. (*)








