DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Bali terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif dan impresif, bahkan mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, kata Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto saat berbincang-bicang dengan awak media di Denpasar, Kamis (5/3/2026).
Bank Indonesia Bali, kata dia, memiliki data yang cukup update dan lengkap. Transaksi yang dilakukan terminator dan dapat dilihat dari perkembangannya. Di tahun 2025 user yang ber-KTP Bali pengguna QRIS mencapai 1,13 juta. Jumlah tersebut dilihat dari jumlah transaksi dengan perhitungan 1 kali scan QRIS.
“Jumlah transaksi di tahun 2025 mencapai 1,72 juta. Sejalan dengan penggunaan yang semakin meningkat jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS juga mengalami kenaikan menjadi lebih dari 1 juta Merchant, menunjukkan adopsi pembayaran hingga sektor UMKM. 1,72 juta transaksi, yang artinya sudah melebihi target,” jelas Indra.
Perkembangannya dapat dilihat dari awal pengenalan di tahun 2021 yang pada saat itu sedang terjadi wabah COVID-19 secara nominal di angka kisaran Rp100 miliar – Rp200 miliar yang sekarang mencapai Rp5,5 triliun untuk di Bali saja.
“Pertumbuhannya memang menunjukkan ada sedikit perlambatan tetapi bukan berarti secara nominal itu berkurang karena yang terlambat itu growthnya. Secara nominal terus mengalami peningkatan,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk di Bali saat ini usaha mikro dan usaha kecil pengguna QRIS paling banyak terdapat di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Tabanan. Hal ini tentunya sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
QRIS selain sangat efisien dan memudahkan transaksi, juga untuk inklusi keuangan. Artinya, pelaku usaha mikro dan usaha kecil jadi lebih mudah untuk bertransaksi dengan masyarakat. Upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia antara lain di bulan Ramadhan memiliki program Takjil War.
Dengan program Takjil War, lanjut Indra, masyarakat didorong untuk belanja takjil menggunakan QRIS. Sedangkan merchant yang paling banyak menggunakan traksaksi QRIS akan mendapatkan apresiasi. Selain itu pada bulan Februari 2026 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, Bank Indonesia bekerja sama dengan komunitas kebudayaan Tiongkok melakukan sosialisasi penggunaan QRIS serta mendorong berbagai festival komunitas budaya di Bali lainnya.
Indra juga mengatakan, untuk perkembangan digitalisasi di pemerintah daerah maupun belanja daerah menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Yang sebelumnya menggunakan kanal tunai konvensional, di tahun 2025 kanal digitalnya lebih besar dibandingkan penggunaan kanal konvensional. Artinya, pemerintah daerah krodit untuk melaksanakan digitalisasi diseluruh pelaksanaan kegiatan penerimaan maupun belanjanya,” terang Indra.
Dilihat dari total penerimaan pajak dan retribusi sebesar 53,35% sudah menggunakan kanal digital. Bank Indonesia bekerja sama dengan BPD Bali terus mendorong pemerintah daerah, kabupaten, kota dan provinsi memanfaatkan kanal-kanal digital untuk penerimaan retribusi dan pajak.
Penerimaan pajak dan retribusi di tahun 2025 nominalnya mencapai Rp8,5 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa index elektronisasi pemerintah daerah terjadi peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk daerah Kabupaten Jembrana, Klungkung, Badung dan Kota Denpasar.
“Index di semester pertama agak sedikit mengalami penurunan tetapi di semester ke dua tahun 2025 meningkat bahkan Jembrana mencapai 100 persen indexnya” tambahnya.
Upaya yang sudah dilakukan BI ditahun 2025, kerja sama dengan perbankan untuk mendorong pasar-pasar diberbagai daerah sudah memfasilitasi 6 pasar agar bisa melakukan transaksi digital atau QRIS. Selain juga mengedukasi para pedagang untuk meningkatkan interaksi digitalisasi, kerja sama dengan Pemkab Klungkung untuk melakukan digitalisasi di Pulau Nusa Lembongan dan penggunaan Kartu Kredit Indonesia. Penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Bali untuk pemerintah Dldaerah sudah 100 persen, walaupun nominalnya masih relatif kecil dibandingkan dengan pemda lain di luar Bali. (tik)






