Giri Prasta Ikut Tanam 1.000 Mangrove yang Digagas SMSI Bali

oleh
oleh
Wagub Bali Giri Prasta ikut dalam kegiatan tanam mangrove yang digelar SMSI Bali. (FOTO: BBO/Ist)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta ikut hadir dalam ‘Aksi Tanam 1.000 Mangrove’, yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali.

“Saya apresiasi kepada SMSI Bali yang memilih kegiatan merawat Pertiwi pada hari jadinya yang kesembilan, dan rangkaian hari pers nasional 2026,” ujarnya di Arboretum Park, Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh SMSI Bali bukan hanya sebatas kegiatan satu hari selesai. Tapi, akan diikuti oleh pemberitaan yang memberikan edukasi kepada publik

Dikatakan Wagub, tanaman mangrove memiliki banyak manfaat yang dibutuhkan oleh alam. Beberapa di antaranya untuk menahan gelombang, habitat biota laut hingga memberikan oksigen untuk alam sekitar.

Sementara Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, Rossy menjelaskan kawasan hutan bakau tersebut sebelumnya mengalami kerusakan hingga 12 hektar di tahun 2018.

Secara bertahap, revitalisasi dilakukan dengan motor penggerak dari Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

Dia menjelaskan, di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung terdapat 1.337 hektar lahan mangrove. Secara periodik, ekosistem pesisir itu harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

“Sehingga revitalisasi lahan Pelindo untuk konservasi mangrove membutuhkan perhatian khusus, terutama akses jembatan untuk mengantisipasi pasang surut air laut,” tutut Rossy.

Mendengar itu, Giri Prasta menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan sesuai kebutuhan yang ada. Salah satunya membantu membuatkan jembatan di Arboretum untuk edukasi, serta untuk akses aman dan mengantisipasi pasang surut air laut.

Ia berharap Arboretum Park di Jalan Raya Pelabuhan Benoa yang berlokasi di lahan milik Pelindo ini menjadi wahana edukasi dan kawasan wisata mangrove.

Pemanfaatan kawasan hutan bakau bukan saja sebagai sebagai penyangga kawasan pesisir, tapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Boleh saja ke depan ada karcis masuk, misalnya Rp100 ribu dan uangnya akan diberikan oleh pengelola. Itu kan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, semesta ini bisa kita jaga dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua,” kata Wagub Bali. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.