DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi memastikan saat hari suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 akses data seluler dan siaran lembaga penyiaran lokal di Bali akan dimatikan sementara selama sehari yaitu pada Kamis (19/3/2026) mulai pukul 06.00 Wita hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 Wita. Kebijakan ini dilakukan tujuannya agar umat Hindu lebih khusuk dalam melaksanakan Catur Brata Penyepian.
‘’Penghentian itu hanya untuk data seluler perorangan dan siaran lembaga penyiaran lokal. Sementara layanan internet berbasis WiFi tetap aktif,’’ kata Wirakusuma, Selasa (10/3/2026).
Dikatakan, kebijakan ini menindaklanjuti surat edaran bersama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali yang ditandatangani Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di mana selama Nyepi Tahun Baru Caka 1948 data seluler dimatikan (of), tetapi jaringan WiFi tetap hidup. ‘’Kenapa jaringan WiFi tetap hidup karena untuk mensuport objek-objek vital seperti rumah sakit, pos polisi, pos pemadam kebakaran (Damkar) dan tempat-tempat vital lainnya tetap dapat mengakses internet. Yang dipadamkan adalah data seluler perorangan dan lembaga penyiaran lokal,’’ katanya.
Dikatakan, dengan pemutusan data seluler, termasuk lembaga penyiaran lokal diharapkan umat Hindu dapat melaksanakan tidak siaran. Dengan begitu diharapkan umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khusuk. Sedangkan bagi umat non-Hindu masih tersedia akses internet melalui WiFi. Sedangkan jika membutuhkan informasi masih bisa diakses melalui lembaga penyiaran digital.
‘’Pada prinsipnya kami di Kominfos Denpasar mengikuti ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Dinas Kominfos Provinsi Bali. ‘’Jadi yang dimatikan data seluler dan penyiaran lokal, tetapi WiFi yang terhubung melalui fiber optik yang mensupor kantor-kantor penting tetap hidup. Memang ini tujuannya untuk umat Hindu agar lebih khusuk melaksanakan tapa brata penyepian. Tapi bagi umat non Hindu yang membutuhkan internet tetap bisa melalui WiFi. Sedangkan untuk informasi silahkan melalui siaran digital,’’ katanya. (kar)






