1.200 Aparat Gabungan Dikerahkan Jelang Nyepi

oleh
oleh
Petugas gabungan berjaga di salah satu desa. (FOTO: BBO/Ist)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Polresta Denpasar telah mematangkan strategi pengamanan guna memastikan situasi tetap dan kondusif pada saat malam pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh di wilayah Kota Denpasar.

“Untuk pengamanan sendiri, sebanyak 1.200 petugas gabungan nantinya diturunkan,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D Simatupang, Senin (16/3/2026) di Denpasar.

Personel yang dikerahkan seperti Polresta Denpasar dan Polsek jajaran, TNI, Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Perhubungan Denpasar, serta Pecalang Desa Adat sebagai unsur utama pengamanan berbasis adat.

Pengerahan personel difokuskan pada titik-titik strategis yang diprediksi menjadi pusat keramaian dan jalur utama pawai, di antaranya kawasan Catur Muka karena menjadi pusat lokasi parade atau atraksi ogoh-ogoh terbaik.

Simpang-simpang jalan utama untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah kemacetan total, di desa-desa untuk mengawal pawai yang dilakukan secara lokal di wilayah banjar masing-masing.

Pusat-pusat wisata yang memiliki agenda festival khusus seperti Sanur Metangi Festival.

Dijelaskan, Polresta Denpasar menerapkan beberapa langkah teknis seperti tekayasa lalu lintas, sterilisasi area pusat keramaian dan pengalihan arus di jalur-jalur yang dilintasi ogoh-ogoh.

Menyiapkan kantong parkir di GOR Ngurah Rai, Jalan Veteran, Jalan Kaliasem, dan sisi selatan Jalan Sugianyar untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

Selain itu pihaknya juga menggelar patroli mobile guna menjaga keamanan rumah-rumah kosong yang ditinggal warga saat menonton pawai atau persiapan menyepi.

“Masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak mengonsumsi minuman keras saat mengarak ogoh-ogoh guna mencegah gesekan antar-kelompok,” ujarnya. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.