Perkuat Gerakan Pengolahan Sampah, Pemkot dan PKK Denpasar Edukasi Warga Dentim

oleh
oleh
Sosialisasi pengelolaan sampah dan pembagian bag komposter yang digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Minggu (22/3/2026). (FOTO: BBO/Dok Humas Pemkot Denpasar)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Penggerak (TP) PKK terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian bag komposter yang digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih lingkungan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, serta Sekcam Denpasar Timur.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara menegaskan, peran keluarga, khususnya ibu rumah tangga, menjadi kunci dalam pengelolaan sampah dari rumah. Antari Jaya Negara mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana, yakni memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan bag komposter. “Saya sendiri sudah menggunakan bag komposter di rumah. Ini langkah kecil, tetapi sangat berdampak. Jika dimulai dari diri sendiri, sampah organik tidak akan menumpuk,” ujarnya.

Antari Jaya Negara juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan, seperti membawa tas belanja sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Terlebih, mulai 1 April 2026, TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik, sehingga pengelolaan dari sumber menjadi kebutuhan mendesak.

Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari menjelaskan, secara teknis penggunaan bag komposter kepada masyarakat. Menurutnya, bag komposter dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, dan kulit buah. Namun demikian, ia mengingatkan agar tidak memasukkan limbah seperti tulang, minyak, dan susu karena dapat menimbulkan bau. “Jika digunakan dengan benar, kompos sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.

Ia menegaskan bahaya membakar sampah plastik yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan, serta mengajak masyarakat untuk terus belajar dan konsisten dalam memilah sampah.

Perbekel Desa Sumerta Kaja, I Gusti Ngurah Mayun menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Denpasar dalam penanganan sampah melalui pembagian bag komposter. Ia menyebutkan, pihak desa juga telah mengembangkan program teba modern serta mengoptimalkan TPS3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah. “Kami berharap penanganan sampah ini dapat dilakukan bersama-sama dengan dukungan masyarakat. Paling tidak, kita bisa menekan timbulan sampah dari sumber,” ujarnya. (bbo/hmsdps)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.